7 Interrelasi Nilai Jawa dan Islam

Corak dan warna kebudayaan dipengaruhi oleh agama dan sebaliknya pemahaman agama dipengaruhi oleh tingkat kebudayaan

Oleh: Musthofa

Agama adalah sesuatu yang datang dari Tuhan untuk menjadi pedoman bagi manusia dalam mencapai kesejahteraan dunia dan kebahagiaan ukhrowi. Adapun kebudayaan adalah semua produk aktifitas intelektual manusia untuk memperoleh kesejahteraan dan kebahaguiaan hidup duniawi.

Corak dan warna kebudayaan dipengaruhi oleh agama dan sebaliknya pemahaman agama dipengaruhi oleh tingkat kebudayaan [dalam hal ini kecerdasan].[1] Dalam kehidupan keberagamaan, kecenderungan untuk memodifikasikan Islam dengan kebudayaan Jawa telah melahirkan berbagai macam produk baru.

Sebagai agama dakwah, Islam tidak berhenti dan berada di luar realitas kehidupan manusia, tetapi masuk keseluruh segi kehidupannya. Keberadaan Islam dalam masyarakat muslim baik individu maupun sosial bersifat unik. Hal ini karena Islam tidak berusaha membentuk kebudayan yang monolitik. Nyata bahwa masyarakat Islam di suatu daerah dengan daerah yang lainnya tidak selalu memiliki produk kebudayaan yang seragam ( sama ). 

Islam telah memberikan peluang kepada pemeluknya untuk memelihara dan menegembangkan kebudayaan – kebudayaan masing – masing, sepanjang tidak menyalahi dan melenceng jauh dari prinsip – prinsip universal dari Islam sendiri. Masyarakat Jawa dipercaya memiliki kebudayan yang khas, dan masyarakat yang menjunjung tinggi sifat – sifat luhur dan kebudayaan ( termasuk berbagai macam seni, sastra dan kepercayaan ) yang dimilikinya.

Dalam konteks Indonesia, kebudayaan Jawa merupakan salah satu kebudayaan lokal yang berpengaruh penting karena dimiliki sebagian besar etnik terbesar di Indonesia. Nilai – nilai Islam memiliki arti penting bagi kebudayaan Jawa karena mayoritas masyarakat Jawa beragama dan memeluk agama Islam. Dengan demikian hubungan nilai – nilai Islam dengan kebudayaan Jawa menjadi menarik karena keberadaan Islam dan kebudayaan Jawa yang cukup dominan pada bangsa Indonesia.

Makna Interrelasi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata “interrelasi” terdiri dari dua kata yaitu, “inter” yang berarti “bentuk terikat (di) antara dua; diantara; ditengah”.[2] Dan “relasi” yang berarti “hubungan; perhubungan; dan pertalian: banyak dengan yang lain.”[3] Sehingga “interrelasi berarti ”hubungan satu sama lain.”[4]

Sedangkan dalam kamus ilmiah kata “interrelasi’ juga terdiri dari dua kata yaitu, “inter” berarti “antardan antara”[5] dan “relasi” yang berarti “perhubungan pertalian”.[6] Dari beberapa definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa “Interrelasi” dapat diartikan hubungan antara sesuatu (dua atau lebih).

Keadaan Jawa Pra Islam
Sebelum Islam datang, masyarakat Jawa telah mempunyai kepercayaan yang bersumber pada ajaran Hindu yang ditandai dengan adanya para dewata, kitab-kitab suci, orang-orang suci, roh jahat, lingkaran penderitaan [samsara], hukum karma dan hidup bahagia abadi [moksa]. Disamping itu juga ada yang bersumber pada ajaran Budha yang ditandai dengan adanya percaya pada Tuhan [Sang Hyang Adi Budha], selain itu juga ada kepercayaan animisme dan dinamisme.

Sejarah awal Islam Jawa masih sangat kabur. Konsnsus kesejarahan mengakui adanya problem yang signifikan dengan asal-muasal dan ihwal persebaran islam di Asia Tenggara.[7]

Interrelasi antara Nilai-nilai Islam dengan Nilai Jawa
Sebelum terjadi interrelasi terlebih dahulu terjadi sebuah proses akulturasi. Proses ini ada dua pendekatan mengenai bagaimana cara yang ditempuh supaya nilai-nilai islam dapat di serap menjadi bagian dari budaya jawa.

Yang pertama : Islamisasi kultur jawa mulai pendekatan ini budaya jawa diupayakan agar tampak bercorak islam baik secara formal maupun secara substansial yang ditandai dengan penggunaan istilah-istilah islam, nama-nama islam, pengambilan, peran tokoh islam pada berbagai cerita lama, sampai kepada penerapan hukum-hukum, norma-norma islam dalam berbagai aspek kehidupan.[8]

Pendekatan kedua : Jawanisasi islam, yang diartikan sebagai upaya penginternalisasian nilai-nilai islam melalui cara penyusupan kedalam budaya jawa.[9] Maksudnya disini adalah meskipun istilah-istilah dan nama-nama jawa tetapi dipakai, tetapi nilai yang dikandungannya adalah nilai-nilai islam sehingga islam menjadi men-jawa.

Berbagai kenyataan menunjukkan bahwa produk-produk budaya orang jawa yang beragama silam cenderung mengarah kepada polarisasi islam kejawaan atau jawa yang keislaman sehingga timbul istilah jawa atau islam kejawen. Sebagai contoh pada nama-nama orang banyak dipakai nama seperti Abdul Rahman, Abdul Razak, meskipun orang jawa menyebutnya Durahman, durajak. Begitu juga penggunaan sebutan jawa In Pandum yang pada hakekatnya terjemah dari tawakal dan lain-lain.

Sebagai suatu cara pendekatan dalam proses akulturasi, kedua kecenderungan itu merupakan strategi yang sering diambil ketika dua kebudayaan saling bertemu. Apalagi pendekatan itu sesuai dengan watak orang jawa yang cenderung bersikap moderat serta mengutamakan keselarasan.

Akan tetapi, persoalan yang sering muncul dan sering menjadi bahan perbincangan dikalangan para pengamat adalah makna yang terkandung dari percampuran kedua budaya tersebut. Mereka memiliki penilaian yang berbeda ketika dimensi keberagaman orang Islam jawa termanifestasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian mereka menilai bahwa percampuran itu masih sebatas pada segi-segi lahiriyah sehingga islam seakan hanya sebagai kulitnya saja, sedangkan nilai-nilai esensialnya adalah jawa. Sementara itu, sebagian yang lain menilai sebaliknya dalam arti nilai islam telah menjadi semacam ruh dari penempatan budaya jawa kendatipun tidak secara  konkret berlabel islam.[10]

Setelah kedatangan Islam ke Jawa, terjadilah suatu interelasi Islam dengan Jawa yang salah satunya adalah interelasi antara kepercayaan dengan dan ritual Islam dengan nilai-nilai Jawa. Pada dasarnya interelasi ini ditempuh dengan jalan penyerapan secara berangsur-angsur, sebagaimana yang dilihat dan dilafalkan Islam berbahasa arab menjadi fenomena Jawa. Kepercayaan-kepercayaan dari agama Hindu, Budha maupun kepercayaan dinamisme dan animisme itulah yang dalam proses perkembangan Islam berinteraksi dengan kepercayaan-kepercayaan Islam.[11]

Agama Islam orang Jawa bersifat sinkretis dan agama Islam puritan bersifat sinkretis, karena keduanya menyatukan unsur-unsur pra Hindu, Hindu dan Islam. Agama Islam puritan adalah yang mengikuti agama secara lebih taat.[12] Bentuk agama Islam orang Jawa yang disebut Agami Jawi atauKejawen Itu adalah suatu kompleks keyakinan dan konsep-konsep Hindu Budha yang cenderung ke arah mistik yang tercampur menjadi satu dan diakui sebagai agama Islam. Varian agama Islam santri, yang walaupun juga tidak sama sekali bebas dari unsur-unsur animisme dan unsur-unsur Hindu Budha, lebih dekat pada dogma-dogma ajaran Islam yang sebenarnya.

Cakupan Interrelasi Islam Jawa
Dengan terjadinya akulturasi antara nilai-nilai islam maka terjadi sebuah budaya baru.  cakupan dari interrelasi islam-jawa seperti halnya dalam bidang:

1)      Dalam aspek kepercayaan
Agama Islam orang Jawa bersifat sinkretis dan agama Islam puritan bersifat sinkretis, karena keduanya menyatukan unsur-unsur pra Hindu, Hindu dan Islam. Agama Islam puritan adalah yang mengikuti agama secara lebih taat.[13] Sebelumnya perlu diketahui, bahwasanya ada dua manifestasi dari agama Islam Jawa yang cukup berbeda, yaitu Agama Jawi dan Agama Islam Santri.

Lebih simpelnya dari aspek ketuhanan, prinsip ajaran tauhid Islam telah tercampur dengan keyakinan Jawa [Hindu, Budha, Animisme dan Dinamisme], diantaranya sebutan Allah menjadi Gusti Allah, Ingkang Maha Kuwaos (al-Qadir). Disamping itu juga ada Hyang Jagad Nata (Allah Rabb al-Amien),kata Hyang berarti Tuhan atau Dewa.

Dikalangan umat Islam Jawa masih ada bekas dan pengaruh kepercayaan animisme yang dapat kita saksikan dalam bentuk baru. Misalnya zaman dahulu azimat dibuat dari kuku harimau, saat ini dibuat dengan secarik kertas yang ditulis dengan petikan ayat-ayat al-Qur’an. Dalam aspek ketentuan takdir baik buruk dari Tuhan, tradisi Jawa dipengaruhi oleh teologi Jabariyah yang menyebabkan orang Jawa lebih bersikap pasrah, sumarah dan nrimo ing pandumterhadap takdir Allah.

2)      Dalam aspek ritual
Dengan seiringnya waktu, Islam memberikan warna baru dalam upacara yang hakikatny merupakan upaya pendidikan budi pekerti terhadap orang Jawa. Seperti halnya upacara “sedekah bumi” yang masih ada hampir merata di desa-desa terutama di pulau Jawa. Upacara ini biasanya diadakan setelah panen sebagai bentuk terima kasih kepada “Dewi Sri”.

Meskipun bentuknya berubah menjadi selametan[14] dengan membaca do’a secara Islam. Selametan di sini merupakan bentuk sinkretisme ajaran Agama Islam dengan nilai Jawa. Demikian juga dengan bancakan dan kenduren.. Dan ada bentuk upacara-upacara yang lain seperti upacara tingkeban/ mitoni, kelahiran, kematian dan perkawinan.

3)      Dalam aspek sastra
Dalam aspek ini berupa tembang macapat, yang meliputi mijil, sinoman, maskumambang, asmarandana, megatruh. Makna filosofi dari sastra ini adalah menunjukkan perjalanan hidup manusia di dunia. Dan ada pula serat centini yaitu pada masa kerajaan mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung.[15]

4)      Dalam aspek kesenian
dalam aspek kesenian ada seni bangunan, seni tari, seni pahat atau seni ukir, seni musik dan seni sasatra. Dan yang mencolok adalah seni wayang kulit yang bermakna filosofis menceritakan bahwa sang dalang adalah tuhan dan wayangnya adalah para manusia dimuka bumi ini.

5)      Dalam aspek arsitektur
Dalam aspek ini, ada sebuah akulturasi bentuk bangunan berupa masjid kuno yang menyerupai candi. Ada ukir-ukiran seperti mimbar, hiasan lengkung pola kalamakara. Beberapa ukir-ukiran pada masjid dengan motiv hewan dan tumbuh-tumbuhan yang menyerupai ukir-ukiran pada candi prambanan.

6)      Dalam aspek politik
Kerajaan-kerajaan yang ada di tanah jawa adalah pada mulanya beragama hindu-budha, namun setelah kedatangan islam pemerintahannya diganti dengan nama sultan dengan system yang tak jauh beda dengan kerajaan pada masa Hindu-Budha.

7)      Dalam aspek ekonomi
Dalam aspek ekonomi, digambarkan dalam filosofi Bathatara Kala. Bethara Kala berarti telah mengabaikan unsur- unsur input dalam proses produksi.
Tokoh Bethara Kala jelas mengajarkan kemampuan mengendalikan diri untuk meminimalkan input dan memaksimalkan output, termasuk berkaitan dengan penggunaan waktu, kesempatan, dan peluang yang ada.

Prinsip-prinsip ekonomi yang universal menemukan ungkapannya secara simbolik dalam kebudayaan Jawa. Penjiwaan terhadap prinsip ekonomi dalam masyarakat Jawa terjadi secara meresap sambil menghargai dan menjunjung tinggi kebudayaan Jawa. Semakin tinggi tingkat penghayatan pendukung kebudayaan Jawa semakin tinggi pula penjiwaannya terhadap prinsip ekonomi.[16]
  

Refrensi:
[1] Nourouzzaman Shiddiq, M.A, Jeram-jeram Peradaban Muslim, Yogyakarta: 1996, cet.1, hlm. 258
[2] Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ed. III., Jakarta: Balai Pustaka, 2005, hlm. 438
[3] Ibid, hlm. 943     
[4] Ibid, hlm. 438
[5] Pius A. Partanto dan M. Dahlan al-Barry, Kamus Ilmiah Populer, Suerabaya: Arloka, 1994, hlm. 265
[6] Ibid, hlm. 666
[7] Mark R. Woodward, Islam Jawa; Kesalehan Normatif Versus Kebatinan, Yogyakarta: LKis, 2008, hlm. 83
[8] Diambil dari internet pada tanggal. 1 april 2010, jam. 13.00 di http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-makalah-tentang/interelasi-nilai-jawa-dan-islam-dalam-aspek-kepercayaan-dan-ritual
[9] Ibid 
[10]  Ibid
[11] M. Darori Amin, M.A. [ed], Islam dan Budaya Jawa, Yogyakarta: Gama Media, 2000, hlm.123
[12] Koentjaraningrat, Kebudayaan Jawa, Jakarta: PN Balai Pustaka, 1984, hlm. 310  [13] Ibid, hlm. 310
[14] M. Darori Amin, M.A., op.cit., hlm. 123 
[15] Mark R Wood Ward, Islam in Java Normative Piety and Mystisicisme in The Sultan of Yogyakarta,diterjemahkan oleh Hairus Salim HS., Yogyakarta: Lkis,1989, hlm. 49
[16] Darori Amin, Op.cit, hlm. 262-270

Nama

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,926,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,2,alienasi,1,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,41,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,144,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,27,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,45,Babay Parid Wazdi,2,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),4,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,3,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,8,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,16,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,1,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,102,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,93,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,17,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,1,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,5,ekonom jalanan,2,Ekonomi,62,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,8,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,1,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,23,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,9,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),1,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,13,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,2,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,1,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,2,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,2,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,1,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,22,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,1,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,38,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,Kisah,11,kisah suskses,1,kolang kaling,1,Kolom,292,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,1,korea utara,1,Korupsi,4,koruptor,1,krisis ekonomi,4,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,60,limbah,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,12,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,2,Lukni An Nairi,7,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,4,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,monas,2,moral hazard,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,4,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,Muktamar ke-34 NU,1,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,101,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,14,News,573,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel baswedan,4,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,2,Opini,88,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,1,pancasila,2,pandemi covid-19,10,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,7,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,51,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,3,perhutani,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,1,Polisi,3,Politik,27,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,6,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,7,puasa ramadan,2,Puisi,27,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,9,rapid test,1,rasio defesit apbn,1,rasio utang,2,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,4,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,26,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,4,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,1,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,3,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,2,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,1,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,2,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,2,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,33,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,7,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,1,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,Universitas Suryakancana,1,universitas trunojoyo madura,3,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,1,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),7,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,3,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,33,virus corona,50,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,Warak Semarang,1,Warak University,4,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,5,wayang sadat,1,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,10,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,3,zakat,2,zakat fitrah,2,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,2,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id: 7 Interrelasi Nilai Jawa dan Islam
7 Interrelasi Nilai Jawa dan Islam
Corak dan warna kebudayaan dipengaruhi oleh agama dan sebaliknya pemahaman agama dipengaruhi oleh tingkat kebudayaan
https://3.bp.blogspot.com/-dBbyJK3xyi8/TzB1YbFrdEI/AAAAAAAAAb4/8MfyUv2CFTA/s200/372284_1761728887_466254309_n.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-dBbyJK3xyi8/TzB1YbFrdEI/AAAAAAAAAb4/8MfyUv2CFTA/s72-c/372284_1761728887_466254309_n.jpg
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id
https://www.jarnas.id/2019/10/7-interrelasi-nilai-jawa-dan-islam.html
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/2019/10/7-interrelasi-nilai-jawa-dan-islam.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy