Problematika Filsafat Pendidikan yang Perlu Kamu Ketahui

Anak usia dini bermain air dan lumpur Barisannews.com - Sebelum membicarakan problematika filsafat pendidikan, kita telaah lebih dulu...

Anak usia dini bermain air dan lumpur


Barisannews.com - Sebelum membicarakan problematika filsafat pendidikan, kita telaah lebih dulu definisi filsafat itu sendiri. Imam Barnadib (1994) mendefinisikan filsafat pendidikan sebagai “ilmu pendidikan yang bersendikan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalam usaha pemikiran dan pemecahan masalah pendidikan”.[1]

Dari definisi di atas dapat dijelaskan bahwa filsafat pendidikan dapat didekati dan problema-problema pendidikan bersifat filosofis yang memenlukan jawaban yang filosofis pula. Di samping itu, filsafat pendidikan dapat pula didekati dari ide-ide filosofis yang diterapkan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Dalam tulisan ini, pendekatan kedua lebih ditekankan, dibandingkan pendekatan pertama.

Di dalam filsafat, terdapat tiga masalah utama, yakni: masalah keberadaan termasuk masalah kenyataan, masalah pengetahuan termasuk masalah kebenaran dan masalah nilai. Masalah pertama dikaji dalam cabang filsafat yang disebut metafisika. Masalah kedua dikaji dalam cabang filsafat yang disebut epistemology, dan masalah ketiga dikaji dalam cabang filsafat yang disebut aksiologi.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa problematika filsafat pendidikan akan selalu timbul dan ide-ide filosofis, baik yang menyangkut masalah realitas, pengetahuan, maupun masalah nilai. Sebagaimana kita ketahui ada banyak aliran atau filsuf yang memiliki konsepsi tentang realitas, pengetahuan dan nilai sebagaimana tercermin dalam bagan berikut:


Filsafat Pendidikan

1. Filsafat                                           Pendidikan

(Problema-problema pendidikan)

2. Filsafat                                           Pendidikan

    (Ide-ide filosofis)


Masalah Utama Filsafat

1. Keberadaan (kenyataan)                                Metafisika

2. Pengetahuan (kebenaran)                              Epistemologi

3. Nilai                                                               Aksiologi.[2]


Masalah keberadaan (being) adalah masalah yang paling umum, karena menyangkut keberadaan pada umumnya, baik “yang-ada” dalam khayalan maupun dalam kenyataan, sehingga dibedakan antara “being” dan “reality”. Pengertian “being” meliputi baik yang tidak nyata (khayali), maupun yang nyata. “Yang nyata” atau “reality” itu sendiri ada yang tidak bersifat publik diam arti tidak dapat didekati secara inderawi, dan ada pula yang bersifat publik dalam arti dapat didekati secara inderawi. Yang terakhir mi oleh Kattsoff disebut “existence” (eksistensi).[3]

“Yang-ada” dapat pula dibedakan antara yang umum dan yang khusus. “Yang-ada” yang bersifat umum dikaji dalam Ontologi, sedangkan “yang-ada” yang bersifat khusus meliputi: Tuhan (Theologi filosofis), Alam Semesta (Kosmologi filosofis) dan Manusia (Antropologi filosofis).

Filsafat Pendidikan sebenarnya melanjutkan apa yang telah dikaji oleh Antropologi filosofis (filsafat manusia). Jika filsafat manusia mencari jawab terhadap pertanyaan sentral “apakah hakekat manusia itu’?”, maka filsafat pendidikan mencari jawab terhadap pertanyaan sentral “apakah hakekat pendidikan itu?” ini berarti, jika pengertian tentang hakekat manusia telah dirumuskan secara jelas, maka pengembangan terhadap hakekat manusia itu memerlukan pendidikan, sehingga pendidikan itu diselenggarakan dalam upaya untuk mengaktualisasikan potensi manusia (peserta didik) ke arah pengembangan yang positif, balk segi jasmaniahnya maupun segi rohaniahnya (kognitif, afektif, dan konatif) atau dalam pandangan yang lain, segi-segi : individualitas, sosialitas, moralitas, maupun religiusitasnya secara integral. Jadi, seluruh aspek atau segi kemanusiaan memerlukan upaya pendidikan untuk mengernhangkannya.

Masalah Pengetahuan dan Nilai
Masalah pengetahuan termasuk masalah kebenaran juga menjadi salah satu masalah utama filsafat. Apakah hakekat pengetahuan itu? Bagaimana kita (umat manusia) dapat mernperoleh pengetahuan? Pandangan epistemologis antara lain akan menjawab bahwa pengetahuan manusia diperoleh lewat kerjasama antara subyek yang mengetahui dan obyek yang diketahui. Pengetahuan manusia tidak mungkin ada tanpa salah satunya, sehingga pengetahuan manusia selalu suhyektif-obyektif atau obyektif-subyektif. Disini terjadi kernanunggalan antara subyek dan obyek. Subyek dapat mengetahui obyeknya, karena dalam dirinya memiliki kemampuan-kemampuan, khususnya kemampuan akali dan inderawinya.[4]

Dalam kenyataan, manusia dapat memperoleh pengetahuan lewat berbagai sumber atau sarana seperti: pengalaman inderawi dan pengalaman batin (external sense experience and internal sense experience); nalar (reason), baik melalui penalaran deduktif maupun induktif (deductive and inductive reasoning); intuisi (intuition); wahyu (revelation); keyakinan (faith) authority (orang yang ahli dalam bidangnya); dan lewat tradisi dan pendapat umum (tradition and common-sense).[5]

Meskipun manusia dengan segala kemampuannya telah dan akan berupaya terus untuk mengetahui obyeknya secara total dan utuh, tetapi dalam kenyataan, manusia tidak mampu untuk merengkuh obyeknya secara total dan utuh. Apa yang diketahui manusia selalu saja ada yang tersisa. Dalam istilah Michael Polanyi (1996), “ada segi tak terungkap dan pengetahuan manusia”. Dengan kata lain, manusia hanya mampu mengetahui yang fenomenal saja, dan tidak mampu menjangkau yang noumenal.[6] Hal inilah yang memicu munculnya anggapan bahwa pengetahuan manusia itu relatif. Relativitas pengetahuan manusia itu d isebabkan sekurang-kurangnya karena keterbatasan kemampuan manusia sebagai subyek yang rnengetahui, dan juga karena kompleksitas obyek yang diketahui. 

Jika pengetahuan manusia itu relatif, apakah kebenaran itu ada? Dengan kata lain, apakah pengetahuan manusia itu benar adanya? Pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan berbagai teori kebenaran seperti teori-teori: koherensi, korespondensi, pragmatis dan consensus. Dalam pandangan yang lain, kebenaran itu meliputi: kebenaran epistemologikal, kebenaran ontologikal, dan kehenaran semantikal atau kehenaran moral.

Dalam filsafat pendidikan, masalah pengetahuan antara lain terkait dengan masalah kurikulum, belajar dan metode pembelajaran (teaching-learning process). Karena pengetahuan manusia tidak dapat dilepaskan dengan masalah isi pengetahuan (realitas), maka dalam pandangan Ornstein and Levine (1985: 186), masalah realitas tercermin “in the subjects, experiences and skills of the curriculum”.

Masalah Nilai, baik nilai kebaikan (etika), maupun nilai keindahan (estetika) juga menjadi salah satu bagian utama filsafat. Apakah nilai itu absolut ataukah relatif? Dalam filsafat pendidikan, masalab nilai merupakan bagian yang sangat penting, karena dalam pendidikan, bukan hanya menyangkut transfer pengetahuan (transfer of knowledge), melainkan j uga menyangkut penanaman nilai-nilai (transfer of values).

Dan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa problematika filsafat pendidikan akan selalu timbul dan ide-ide filosofis, baik yang menyangkut masalah realitas, pengetahuan, maupun masalah nilai.

Berbagai Aliran Filsafat
Sebagaimana kita ketahui ada banyak aliran atau filsuf yang memiliki konsepsi tentang realitas, pengetahuan dan nilai sebagaimana tercermin dalam bagan berikut: Pandangan dasar tentang ketiga hal tersebut akan berpengaruh pada penerapannya dalam bidang pendidikan seperti: siapakah peserta didik itu? Peserta didik itu mau diarahkan ke mana? Jadi, menyangkut tujuan pendidikan itu apa? Apakah ingin mencetak manusia yang rasional, memiliki kompetensi dan menjadi manusia yang berguna ataukah memiliki tujuan yang lain’? Bekal pengetahuan macam apa saja yang diharapkan dapat mendukung terwujudnya manusia yang diidealkan tersebut. Bagaimana caranya agar peserta didik dapat mengetahui atau mengenal berbagai hal (real itas). Nilain ilai apa sajakah yang ingin di tanamkan kepada peserta didik? Dan masih banyak lagi.

Beberapa Aliran Filsafat Pendidikan
Dalam filsafat pendidikan kita mengenal beberapa aliran: perenialisme (berakar pada realisme) esensialisme (berakar pada idealisme dan realisme); progresivisme rekonstruksionisme, dan neopragmatisme (berakar pada pragmatisme) dan eksistensialisme.

Dalam tulisan mi hanya neopragmatisme yang akan dijadikan contoh kasus bagaimana ide-ide filosofis itu diterapkan dalam bidang pendidikan. Tokoh yang dikenal sehagai pendiri neopragmatisme adalah Richard Rorty, seorang murid dan pengagum John Dewey.

Pendidikan dan Masyarakat
Problematika filsafat pendidikan dapat juga bersumber dan problema-problema yang muncul dalam bidang pendidikan itu sendiri. Misalnya, mengenai makna pendidikan itu sendiri sampai sekarang selalu dipermasalahkan terkait dengan munculnya aliran pemikiran baru seperti aliran-aliran: poststruktualist, postmodernist, postpatriarchal dan post-Marxist.[7] Juga, terkait dengan perubahan-perubahan yang teijadi di dalam masyarakat.

Kita tentu sangat sadar bahwa proses pendidikan itu tidak berlangsung di ruang kosong, melainkan berada di tengah-tengah masyarakat yang selalu berubah cepat, sehingga apa yang terjadi dalam masyarakat akan berpengaruh pada bidang pendidikan. Beberapa contoh dapat di kemukakan di sini secara umum, misalnya.

Kurikulum harus selalu disesuaikan dengan perkembangan masyarakat. Contoh lain, misalnya: apa yang disampaikan oleh Komisi Pendidikan UNESCO agar lembaga pendidikan lebih memfokuskan pada empat pilar pendidikan yang fundamental, yakni “learning to know, learning to do, learning to live together and learning to be”. Bahkan Komisi tersebut merekomendasikan agar learning to live together lebih dikedepankan tanpa meninggalkan yang lain, karena terkait dengan kemajemukan berbagai hal yang terjadi dalam masyarakat.[8]

Sumber bacaan:
[1] Imam Barnadib, Filsafat Pendidikan: Sistem dan Metode. Yogyakarta Penerbit Andi Offset, 1994, hlm. 7.

[2] http://www.filsafatislam.blogspot.com/ragam-nilai-filsafat.html

[3] Louis O. Kattsoff, Pengantar Filscfat. Dialihbahasakan oleh Soejono Soemargono. Yogyakarta: Penerbit Tiara Wacana, 1986, hlm. 48-50.

[4] A.M.W. Pranarka, Epistemologi Dasar. Suatu Pengantar. Jakarta: Centre for Strategic and International Studies, 1987, hlm. 36-38.

[5] Jacques P. Thiroux, Philosophy Theory and Practice. New York: Macmillan Publishing Company, 1985, hlm. 478.

[6] Michael Polanyi, Segi Tak Terungkap Ilmu Pengetahuan. Diterjernahkan oleh Mikhael Dua. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, 1996, hlm. 96.

[7] Paulston, Rolland G. “Mapping Knowledge Perspectives in Studies of Educational Change” in Cookson, Peter W. and Schneider Barbara (Eds.), Transforming School. New York & London: Garland Publishing, Inc., 1995, hlm. 137.

[8] Delors, Jacques (et. al.) Learning: The Treasure Within. Report to UNESCO of the International Commission on Education for Twenty first Century France: UNESCO Publishing, 1998, hlm. 17-18

[9] Ingemar Fagerlind, and Saha, Lawrence J. Education and National Development: A Corporative Perspective. Oxford: Pergamon Press, 1983, hlm. 196.
Nama

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,926,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,2,alienasi,1,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,41,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,144,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,27,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,45,Babay Parid Wazdi,2,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),4,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,3,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,8,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,16,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,1,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,102,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,93,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,17,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,1,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,5,ekonom jalanan,2,Ekonomi,62,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,8,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,1,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,23,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,9,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),1,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,13,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,2,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,1,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,2,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,2,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,1,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,22,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,1,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,38,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,Kisah,11,kisah suskses,1,kolang kaling,1,Kolom,292,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,1,korea utara,1,Korupsi,4,koruptor,1,krisis ekonomi,4,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,60,limbah,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,12,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,2,Lukni An Nairi,7,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,4,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,monas,2,moral hazard,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,4,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,Muktamar ke-34 NU,1,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,101,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,14,News,573,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel baswedan,4,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,2,Opini,88,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,1,pancasila,2,pandemi covid-19,10,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,7,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,51,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,3,perhutani,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,1,Polisi,3,Politik,27,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,6,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,7,puasa ramadan,2,Puisi,27,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,9,rapid test,1,rasio defesit apbn,1,rasio utang,2,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,4,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,26,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,4,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,1,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,3,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,2,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,1,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,2,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,2,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,33,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,7,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,1,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,Universitas Suryakancana,1,universitas trunojoyo madura,3,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,1,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),7,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,3,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,33,virus corona,50,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,Warak Semarang,1,Warak University,4,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,5,wayang sadat,1,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,10,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,3,zakat,2,zakat fitrah,2,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,2,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id: Problematika Filsafat Pendidikan yang Perlu Kamu Ketahui
Problematika Filsafat Pendidikan yang Perlu Kamu Ketahui
https://1.bp.blogspot.com/-zmZRPMJtqfs/XmJRCuhkcYI/AAAAAAAABNk/c4N84Z4uJSwCKOw6RlcpqIV-b8pCxc61gCLcBGAsYHQ/s400/Filsafat%2Bpendidikan.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-zmZRPMJtqfs/XmJRCuhkcYI/AAAAAAAABNk/c4N84Z4uJSwCKOw6RlcpqIV-b8pCxc61gCLcBGAsYHQ/s72-c/Filsafat%2Bpendidikan.jpg
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id
https://www.jarnas.id/2020/03/problematika-filsafat-pendidikan_7.html
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/2020/03/problematika-filsafat-pendidikan_7.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy