Tinjauan Umum Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam

Suasana kehidupan yang semakin kompleks menyebabkan manusia saling bersaing. Tantangan seperti inipun terjadi di bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam untuk menjawab tantangan masa depan.


Barisannews.com - Islam merupakan ajaran yang dapat membina pribadi muslim seutuhnya dalam wujud sifat-sifat iman, taqwa, jujur, adil, sabar, cerdas, disiplin, tenggang rasa, bijaksana dan bertanggung jawab. Melalui Pendidikan Agama Islam diupayakan untuk menginternalisasi nilai-nilai ajaran Islam agar outputnya dapat mengembangkan kepribadian muslim yang memiliki sifat-sifat di atas.

Pada saat ini, tata kehidupan banyak diwarnai dengan informasi., globalisasi, demokrasi dan hak-hak asasi manusia dibarengi dengan perkembangan penduduk yang pesat dan makin langkanya sumber daya ekonomis. 

Suasana kehidupan yang semakin kompleks menyebabkan manusia saling bersaing. Tantangan seperti inipun terjadi di bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam untuk menjawab tantangan masa depan.

Adapun peran pendidikan Islam itu antara lain; 1.      Melestarikan dan mengembangkan kerangka dasar nilai-nilai Islami pada peserta didik agar terbentuk pribadi seutuhnya sehingga dapat menjadi sumber daya insani yang berkualitas bagi pembangunan dan tata kehidupan masyarakat mendatang.
2.      Menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan khaliqNya, sehingga selalu mendapat ridhaNya.[1]

Jadi, di satu pihak pendidikan Islam dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dan nilai-nilai baru sebagai akibat dengan perkembangan iptek. Sedangkan di pihak lain pendidikan Islam harus mempertahankan konsep perwujudan rahmah li al ‘alamin.

Pendidikan Islam bertujuan untuk menginformasikan, mentransformasikan serta menginternalisasikan nilai-nilai Islami. Dengan demikian diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan mengembangkan segi-segi kehidupan spiritual yang baik dan benar dalam rangka mewujudkan pribadi muslim seutuhnya dengan ciri-ciri beriman, taqwa, berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil dan bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan penyusunan strategi pendidikan yang terencana dan sistematis, antara lain menyusun materi-materi yang relevan dengan tingkat perkembangan dan kemampuan berfikir peserta didik serta menerapkan metode pembelajaran yang efektif dan efisien.

Materi pendidikan Islam adalah segala sesuatu yang hendak diberikan kepada peserta didik untuk dicerna, diolah, dihayati serta diamalkan dalam proses kegiatan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan Islam.

Esensi dari potensi dinamis dalam setiap diri manusia terletak pada keimanan atau keyakinan, Indeks Prestasi (IP), akhlak (moralitas), dan pengamalannya. Jadi secara filosofis, pendidikan Islam harus mampu menanamkan nilai-nilai dasar tersebut sebagai landasan atau petunjuk dalam proses pendidikan. Adapun pandangan dasar yang berintikan pada “Trichotomi” (Tiga Kekuatan Rohaniah Pokok) yang berkembang dalam pusat kemanusiaan manusia (antropologis centra) meliputi:[2]
1.      Individualitas; kemampuan mengembangkan diri pribadi sebagai makhluk pribadi.
2.      Sosialitas; kemampuan mengembangkan diri selaku anggota masyarakat.
3.         Moralitas; kemampuan mengembangkan diri selaku pribadi dan anggota masyarakat berdasarkan moralitas (nilai-nilai moral dan agama).

Ketiga kemampuan pokok rohaniah di atas berkembang dalam pola hubungan tiga arah yang disebut sebagai “Trilogi Hubungan”, yaitu:
a.       Hubungannya dengan Tuhan disebabkan sebagai makhluk ciptaanNya.
b.      Hubungannya dengan masyarakat disebabkan sebagai anggota masyarakat.
c.       Hubungannya dengan alam sekitar disebabkan sebagai makhluk Allah SWT yang harus mengelola, mengatur, memanfaatkan kekayaan alam sekitar yang terdapat di atas, di bawah dan di dalam perut bumi.[3]

Dari pandangan tersebut di atas dapat diketahui kemana arah dan tujuan pendidikan Islam yang akan dicapai. Untuk mencapainya dapat dikembangkan melalui rincian penyajian materi-materi pendidikan Islam.

Sedangkan jika kita merujuk kepada arah dari nilai-nilai Pendidikan Agama Islam itu sendiri setidaknya berisi 3 garis besar di dalamnya, yaitu:
Iman.
Pendidikan hendaknya berupaya meningkatkan rasa keimanan makhluk kepada Sang Khaliq. Hal ini dirasakan penting agar ilmu pengetahuan selalu beriringan dengan peningkatan rasa keimanan dan ketakwaan.  Tujuannya agar peserta didik sudah mempunyai dasar pijakan dalam mengarungi bahtera hidup. Selain itu, dengan ditumbuhkannya rasa keimanan pada peserta didik sejak usia dini diharapkan tidak mengalami pergeseran nilai-nilai keagamaan ketika menginjak usia dewasa. Iman atau biasa disebut juga sebagai aqidah atau tauhid umumnya berkisar pada rukun iman yang bersumber pada hadits Rasulullah SAW:                         

عَنْ عُمَرَ ابْنُ الخَطَّابِ أَيْضًا قَالَ: ... فَأَخْبِرْنِى عَنِ اْلِإيْمَانِ؟ قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِاْلقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ ... (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

 

“Dari Umar bin Khattab RA. berkata pula: … Beritahukanlah kepadaku mengenai Iman?”. Rasulullah SAW bersabda: “Engkau percaya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, hari akhir dan engkau percaya pula kepada qadha dan qadar yang baik maupun yang buruk …”. (HR. Muslim).[4] 
1.                  Syari’ah.
Yaitu aturan atau undang-undang Allah SWT tentang pelaksanaan dari penyerahan diri secara total melalui proses ibadah secara langsung kepada Allah SWT maupun secara tidak langsung dalam hubungannya sesama makhluk lainnya (muamalah), baik dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitarnya. Syari’ah meliputi 2 hal pokok, yaitu: Ibadah dalam pengertian khusus (ibadah mahdhah) dan Ibadah dalam arti umum atau muamalah (ibadah ghairu mahdhah).

Akhlak.
Akhlak merupakan salah satu dari tiga kerangka pola ajaran Islam selain Iman dan Syari’ah. Akhlak merupakan nilai-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengan sorotan dan timbangannya seseotang dapat menilai perbuatannya baik ataupun buruk, untuk kemudian memilih melakukan atau meninggalkannya. Jadi, akhlak bersifat konstan dan spontan serta tidak memerlukan pertimbangan dan dorongan dari luar.

Dalam konsep akhlak, segala sesuatu itu dinilai baik atau buruk, terpuji atau tercela, semata-mata karena syara’ (Al-Qur’an dan Sunnah) menilainya. Misalnya, sifat syukur, sabar, tawakkal, istiqamah dinilai baik, tidak lain karena syara’ menilai semua sifat tersebut baik. Sebaliknya, sifat dendam, kikir, dusta dinilai buruk karena syara’ pun menilainya demikian. Adapun ruang lingkup akhlak tersebut sangatlah luas yaitu mencakup aspek-aspek kehidupan baik secara vertikal dengan Allah SWT maupun secara horizontal dengan sesama makhlukNya. Dalam hubungannya dengan aspek pendidikan, akhlak menempati posisi strategis dalam memainkan sisi emosional dan psikologi peserta didik dalam pergaulannya dengan sesama dan alam sekitarnya.
Menurut Yunahar Ilyas, akhlak terbagi menjadi:
a. Akhlak terhadap Allah SWT.
b. Akhlak terhadap Rasulullah SAW.
c. Akhlak terhadap pribadi.
d. Akhlak dalam keluarga.
e. Akhlak dalam bermasyarakat.
f. Akhlak bernegara.[5]

Berbicara tentang nilai-nilai, maka filsafat perlu dipertimbangkan pula agar pilihan kita menjadi bijaksana. Pun demikian penerapannya pada metode pendidikan yang banyak menyangkut dengan pembentukan kepribadian (character building) dan kualitas hidup manusia.

Korelasi atau munasabah metode pendidikan dengan filsafat disebabkan oleh beberapa hal: Pertama, pembentukan karakter (character building) yang berlangsung dalam diri anak didik adalah suatu bagian yang tak terpisahkan pada pengalaman hidup. Secara akumulatif hal tersebut akan terserap ke dalam sifat-sifat (karakter) spesifik yang terbangun dari berbagai macam tanggapan peserta didik terhadap situasi kehidupan yang ditemuinya, misalnya perlawanan, kepatuhan dan lain sebagainya.

Kedua, banyaknya cara atau metode untuk mengurus sekolah dan pengajaran terhadap peserta didik. Perbedaan metode pengajaran tersebut mempengaruhi tipologi korelasi tanggapan peserta didik dan menghasilkan berbagai macam karakter. Kemungkinan adanya perbedaan pengaruh tersebut menuntut adanya pemilihan metode secara teliti.

Ketiga, adanya pertimbangan mengenai masyarakat sekolah yang akan dipersiapkan. Misal, jenis masyarakat demokratis dan sebagainya.[6]

Apabila metode dipahami secara sempit maka terlihat hanya menyangkut mata pelajaran yang akan diajarkan dan bagaimana mengelola tipologi mengajar yang terbatas. Tetapi secara luas, masalah metode ini menyangkut berbagai nilai yang akan ditegakkan, seperti nilai mata pelajaran, sikap dan karakter yang akan dibangun, nilai-nilai masyarakat dan sebagainya.

Setiap materi pelajaran memiliki tujuan masing-masing yang hendak dicapai. Untuk itu, pendidik (guru) dituntut untuk memilih metode yang paling tepat atau sesuai untuk mata pelajarannya agar tujuan materi tersebut dapat tercapai. Pemilihan metode ini didasarkan kepada beberapa hal, yaitu:
1.      Sifat dari pelajaran,
2.      Alat-alat yang tersedia,
3.      Besar atau kecilnya kelas,
4.      Tempat dan lingkungan,
5.      Kesanggupan guru (pendidik),
6.      Banyak atau sedikitnya bahan,
7.      Tujuan mata pelajaran tersebut.[7] 

Menurut jenisnya, metode terbagi dalam beberapa macam, antara lain:
1. Metode Ceramah.
Yaitu guru memberikan uraian atau penjelasan kepada sejumlah peserta didik pada waktu tertentu (waktu terbatas) dan tempat tertentu pula.[8] Guru (pendidik) merupakan pihak yang aktif atau sebagai pusat kegiatan (teacher centered) dan murid (peserta didik) cenderung pasif. Metode seperti ini sudah sangat tua usianya dan sangat banyak digunakan hingga saat ini.

2. Metode Tanya Jawab.
Yaitu suatu cara mengajar dimana guru dan murid aktif bersama. Guru bertanya, murid mencari jawaban atau murid mengemukakan ide baru. Dalam metode ini guru bertujuan menanyakan.[9]

3. Metode Diskusi.
Pertanyaan diskusi mengandung masalah sehingga dapat dikembangkan menjadi metode pemecahan masalah (Problem Solving Method).[10]   Jawaban dari masalah tersebut terdiri atas berbagai alternatif, memerlukan pemikiran yang saling menunjang dari peserta diskusi agar sampai pada jawaban akhir yang disepakati sebagai jawaban yang paling benar atau terbaik.

4. Metode Demonstrasi.
Yaitu metode mengajar yang menggunakan peragaan (alat peraga) untuk memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu kepada peserta didik. Misalnya, memperlihatkan tata cara shalat sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. 

5. Metode Pemberian Tugas.
Yaitu suatu cara dalam pendidikan belajar mengajar andaikata guru memberi tugas tertentu dan murid (peserta didik) harus mengerjakannya yang kemudian tugas tersebut dipertanggungjawabkan kepada guru yang bersangkutan.[11] Metode ini pada hakikatnya adalah menyuruh peserta didik melaksanakan suatu pekerjaan yang baik atau berguna bagi dirinya dalam rangka memperdalam dan memperluas pengetahuan serta pengertian atau untuk meningkatkan iman dengan tugas-tugas yang sedang dipelajarinya.

6. Metode Kerja Kelompok.
Yaitu suatu metode dengan cara membagi peserta didik dalam beberapa kelompok untuk memecahkan suatu masalah atau untuk menyerahkan suatu pekerjaan yang perlu dikerjakan bersama-sama. Metode ini berguna untuk meningkatkan rasa persaudaraan serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar.

7. Metode Sosiodrama.
Metode ini semacam drama atau sandiwara, namun tidak disiapkan naskahnya terlebih dahulu atau banyak melakukan improvisasi di dalamnya. Metode ini lebih banyak berpengaruh terhadap perubahan sikap kepribadian anak. Metode ini dapat diterapkan untuk menjelaskan materi sirah nabi SAW dan sejenisnya.



Refrensi:


[1]  Tim Dosen IAIN Sunan Ampel-Malang, Dasar-Dasar Kependidikan Islam, hal. 125.
[2]  H.M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, hal. 44. 
[3]  Ibid,  hal. 45.
[4] Zainuddin Abi al Farj al Baghdadi, Jāmi’ al ‘Ulūm Wa al Hikām, (Jakarta: Dinamika Berkah Utama, t.t.), hal. 21.  
[5]  Yunahar Ilyas, Kuliah Akhlak, cet. IV (Yogyakarta: LPPI, 2001), hal. 6.
[6]  Zakiah Daradjat, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bina Aksara, 1996), hal. 58.
[7]  Roestiyah NK., Didaktik, Metodik, cet. V (Jakarta: Bumi Aksara, 1998), hal. 68.
[8]   Zakiah Daradjat, dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, hal. 289.
[9]   Roestiyah NK.,  Didaktik, Metodik, hal. 20.
[10]   Hadari Nawawi, Pendidikan Dalam Islam, hal. 263.
[11]   Zakiah Daradjat, dkk, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, hal. 298.
Nama

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,926,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,2,alienasi,1,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,41,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,144,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,27,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,45,Babay Parid Wazdi,2,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),4,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,3,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,8,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,16,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,1,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,102,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,93,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,17,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,1,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,5,ekonom jalanan,2,Ekonomi,62,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,8,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,1,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,23,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,9,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),1,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,13,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,2,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,1,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,2,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,2,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,1,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,22,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,1,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,38,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,Kisah,11,kisah suskses,1,kolang kaling,1,Kolom,292,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,1,korea utara,1,Korupsi,4,koruptor,1,krisis ekonomi,4,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,60,limbah,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,12,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,2,Lukni An Nairi,7,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,4,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,monas,2,moral hazard,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,4,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,Muktamar ke-34 NU,1,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,101,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,14,News,573,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel baswedan,4,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,2,Opini,88,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,1,pancasila,2,pandemi covid-19,10,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,7,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,51,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,3,perhutani,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,1,Polisi,3,Politik,27,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,6,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,7,puasa ramadan,2,Puisi,27,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,9,rapid test,1,rasio defesit apbn,1,rasio utang,2,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,4,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,26,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,4,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,1,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,3,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,2,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,1,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,2,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,2,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,33,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,7,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,1,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,Universitas Suryakancana,1,universitas trunojoyo madura,3,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,1,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),7,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,3,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,33,virus corona,50,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,Warak Semarang,1,Warak University,4,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,5,wayang sadat,1,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,10,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,3,zakat,2,zakat fitrah,2,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,2,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id: Tinjauan Umum Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam
Tinjauan Umum Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam
Suasana kehidupan yang semakin kompleks menyebabkan manusia saling bersaing. Tantangan seperti inipun terjadi di bidang pendidikan, khususnya pendidikan Islam untuk menjawab tantangan masa depan.
https://4.bp.blogspot.com/-fD1vyJhl27k/UbzzLkzxbWI/AAAAAAAABdI/1vnhGjIZpVs/s400/DSC05082.JPG
https://4.bp.blogspot.com/-fD1vyJhl27k/UbzzLkzxbWI/AAAAAAAABdI/1vnhGjIZpVs/s72-c/DSC05082.JPG
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id
https://www.jarnas.id/2020/03/tinjauan-umum-nilai-nilai-pendidikan.html
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/2020/03/tinjauan-umum-nilai-nilai-pendidikan.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy