Karl Marx: Dialektika dan Kapitalisme

Dialektika berasal dari bahasa Yunani “dialego” artinya pembalikan,perbantahan. Istilah dialektika, dia (Marx) mengacu pada kondisi manusia

Karl Marx

Barisannews.com - Dialektika berasal dari bahasa  Yunani “dialego” artinya pembalikan, perbantahan. Dengan istilah dialektika, dia (Marx) mengacu pada kondisi-kondisi fundamental eksistensi manusia. Di dalam pengertian lama dialektika bermakna seni pencapaian kebenaran melalui cara pertentangan dalam perdebatan dari satu pertentangan berikutnya. Sedangkan dialektika dalam terminologi (definisi), adalah Pada mulanya menunjuk pada  debat dengan tujuan utama menolak argument lawan atau membawa lawan kepada kontradiksi-kontradiksi, dilema atau paradoks. Dalam dialog-dialog Plato, ada upaya untuk menggali hakikat hal-hal melalui proses pernyataan dan kontradiksi.

 

Karl Marx tidak pernah menggunakan istilah materialisme historis atau materialisme dialektis; dia memakai istilahnya sendiri, yakni metode dialektika yang berkebalikan dengan metode dialektika milik Hegel dan metode dialektika dari dasar materialistisnya. Dengan istilah metode dialektika, dia mengacu pada kondisi-kondisi fundamental eksistensi manusia.


Ajaran filsafat Marx disebut juga materialisme dialektik, dan disebut juga materialisme historis. Disebut sebagai materialisme dialektika karena peristiwa ekonomis yang didominir oleh keadaan ekonomis yang meteriil itu berjalan melalui proses dialektika : teses, antitesis dan sisntesis. Mula-mula manusia hidup dalam keadaan komunistis asli tanpa pertentangan kelas, dimana alat-alat produksi menjadimilik bersama (tesis). Kemudian timbul milik pribadi yang menyebabkan adanya kelas pemilik (kaum Kapitalis) dan kelas tanpa milik (kaum proletar yang selalu bertentangan) disebut antitesis. Jurang antara kaum kaya (kapitalis) dan kaum miskin (proletar)  semakin dalam. Maka timbullah krisis yang hebat. Akhirnya kaum proletar  bersatu mengadakan revolusi perebutan kekuasaan. Maka timbullah diktaktur proletariat dan terwujudlah masyarakat tanpa kelas dimana alat-alat produksi menjadi milik masyarakat atau Negara (sintesis).


Dengan demikian dialektika berarti suatu metode diskusi tertentu dan satu cara tertentu dalam berdebat yang didalamnya ide-ide kontradiktif dan pandangan-pandangan yang bertentangan dilontarkan. Masing-masing pandangan itu berupaya menunjukan titik-titik kelemahan dan kesalahan yang ada pada lawannya, berdasarkan pada pengetahuan-pengetahuan dan proposisi-proposisi yang sudah diakui. Dengan demikian  berkembanglah pertentangan antara penafian dan penetapan dilapangan pembahasan dan perdebatan, sampai berhenti pada kesimpulan yang di dalamnya salah satu pandangan yang bertentangan itu dipertahankan, atau sampai munculnya cara pandang baru yang merujukkan kelemahan masing-masingnya. 


Marx menganut dialektika tersebut dan menempatkan filsafat materialismenya dalam bentuk dialektika murni. Jadi, dialektika modern, menurut klaim-klaim kaum dialektiawan, adalah hukum berfikir dan sekaligus realitas. Karena itu, dialektika modern adalah metode berfikir dan prinsip yang menjadi dasar eksistensi dan perkembangan realitas. Gerak pikiran tidak lain hanyalah cermin gerak realitas yang dipindahkan dan ditransformasikan di dalam benak manusia.


Sejarah Timbulnya Dialektika 

Pada abad ke-19  muncul ideologi yang sangat membahayakan tatanan fundamental masyarakat dan eksistensi manusia (terutama tatanan horizontalnya). Atas kekejaman kaum penguasa dalam merebut kekuasaan secara eksploitatif, kekerasan, kekejaman, alienasi dan memanfaatkan kaum marjinal sebagai surplus velue (nilai lebih) dalam mencari keuntungan-keuntungan yang sangat besar dalam segelintir elit. Sejarah merupakan suatu proses perkembangan tunggal yang penuh arti dan sebuah struktur rasional yang terungkap dalam waktu menurut hukum dialektika. Menurut Hegel bahwa  unit individu dan perjalanan sejarah dialektika adalah negara-bangsa yang besar, setiap dari mereka mewujudkan sebuah tingkat dalam memajukan kesadaran kebebasan. Bagi Marx sebaliknya,  unit individu dan sejarah dialektika adalah mode bagi produksi ekonomi.


Perubahan sejarah terjadi melalui konflik atau kontradiksi dalam tiga pondasi ekonomi masyarakat. Konflik ini muncul  di antara kekuatan produksi yang berkembang secara konstan (kemampuan, tekhnologi, penemuan) dan dari hubungan produksi yang ada atau hubungan hak milik.


Karl Marx menentang  asas pokok dari aliran idealisme terutama terminologi Hegel dan beberapa bagian  dari ajaran Feuerbach. Bagi Hegel dan idealisme umumnya, alam merupakan hasil Roh, tapi bagi Marx segala sesuatu yang bersifat rohani merupakan buah hasil materi. Dialektika Hegel adalah dialektika idea dan Marx yang datang dengan pendapatnya justru ingin menjadikannya sebagai dialektika materi. Di kalangan penganut idealisme sebelum dan sezaman Karl Marx melekat paham bahwa dialektika hanya dapat diterapkan di dalam dunia abstrak yaitu pikiran manusia. Karl Marx menyatakan sebaliknya bahwa dialektika terjadinya di dunia nyata atau dunia materi.


Marx mengambil thesis Feuerbach ini untuk merasionalkan kritiknya terhadap agama dan transisi dari idealisme Hegel menuju materialisme. Dengan menyatakan bahwa yang absolut sebenarnya tidak lebih dari  sekedar refleksi materi, Marx menggunakan dialektika ini sebagai kekuatan yang menggerakkan dalam evolusi sejarah. Tujuannya adalah untuk mengubah dialektika ini dari hukum  pemikiran semesta, sebagaimana teori Hegel, menjadi hukum sebab-akibat sejarah yang sebenarnya. Untuk mencapai tujuan ini, dialektika pertama-tama harus diberi makna konkret yang berguna untuk memberikan penjelasan dan prediksi dalam tatanan sosial, sebagaimana fenomena biologis dan fisik, dan ditentukan oleh materi.

 

Marx menolak teori idealistis Hegel tentang teori perubahan sejarah sebagai perkembangan dialektika ide kebebasan. Bagi Marx, ide-ide tidak bisa menjelaskan apa pun, ide-ide hanyalah efek dan basis ekonomi masyarakat. Ide sekedar suprastruktur yang hancur mengiringi dasar ekonomi masyarakat yang juga mulai pecah. Bagi Marx, kekuatan ekonomi yang cukup kuatlah yang dapat menghasilkan perubahan sejarah.


Proses menuju pembebasan umat manusia berlangsung melaluai proses pekerjaan. Sebab, melalui pekerjaan manusia merealisasikan dirinya sendiri. Dan pekrjaan ini memperoleh pola serta bentuknya dalam tata susunan sosial-ekonomi, dalam cara berproduksi yang semakin maju, dalam peningkatan alat-alat dan dalamtatanan susunan kerja yang lebih manusiawi. Sebuah perjuangan lama untuk mengatasi keterasingan manusia dalam pekerjaannya, tercapai kemenangan kelas buruh. Marx maupun Hegel beranggapan bahwa umat manusia merealisasikan dirinya dalam sejarah. Tetapi kedua-duanya memilih kunci yang sama sekali lain untuk membukakan sedikitmisteri sejarah bagi pengertian kita.


Pada Hegel, Roh memegang pimpinan.  Bagi Marx, cara berproduksi serts hubungan-hubungan kerja menentukan perjalanan sejarah umat manusia dalam suatu proses dialektika yang memcakup thesis, anthitesis, dan synthesis. Dalam proses ini perjuangan kelas berperan sebagai motor yang kuat.


Sesuai dengan tahap-tahap materialisme historis, maka komunisme primitif (thesis) dan kapitalisme (antithesis) umat manusia dapat maju ke komunisme yang matang (sinthesis) melalui perjuangan kelas, diktatur proletariat dan sosialisme. Ultim manusia adalah humanisasi dirinya serta dunia dan sosialisasi seluruh kehidupan manusia. Baru dalam keadaan itulah akan tampak kebebasan sejati untuk semua manusia. Dengan demikian mereka akan menguasai dirinya sendiri, proses produksi dan seluruh alam.


Menurut Marx, thesis adalah sesuatu komunisme asli yang masih primitif dan hampir instingtif, suatu masyarakat  dimana produksi (berburu dan memancing ikan) dan juga konsumsi dijalankan bersama-sama oleh semua orang. Sarana-sarana produksi merupakan milik bersama, tapi masih bersifat sangat primitif.


Pada waktu itu suasananya masih diliputi kebebasan, persamaan serta persaudaraan. Itulah firdaus yang mula-mula terdapat di dunia ini di mana orang bersama-sama menganyomi (memperjuangkan) suatu kebahagiaan primitif.


Antithesis mulai timbul ketika sejumlah orang pandai dalam menempati sebidang tanah, menabur benih dan menunggu panen. Ketika tanaman mulai menguning, datang juga orang lain yang mengandaikan begitu saja bahwa panen ini sebagai milik bersama dapat juga dikonsumsi bersama-sama. Tetapi mereka yang telah menempati tanah itu merasa keberatan.  “Kami telah menabur ini dan arena itu kamilah pemiliknya. Kalian boleh membantu dengan menuai dan tentu akan mendapat imbalan, tapi sisanya menjadi milik kami”. Dengan demikian cara berproduksi telah berubah dan juga cara berkonsumsi. Segera berubah juga hubungan-hubungan kerja, karena pekerjaan upah telah masuk dunia kita.


Persamaan serta kebebasan berkurang dan persaudaraan juga merosot. Menjadi penting memiliki keluarga besar, sebab dengan itu orang mempunyai tenaga kerja lebih banyak. Barang milik harus dibela terhadap orang lain dan dengan demikian lahirlah hukum, kuasa dan paksaan. Dalam masyarakat patriarkal sudah terlihat pertumbuhan agak besar dari milik pribadi, sistem upah dan kekuasaan orang-orang yang ekonominya kuat. Perhambaan dan perbudakan mulai berkembang.


Antithesis menurut Marx, dengan cara hidup dalam karangannya yang disebut Manifesto Komunis. Ia berusaha menjelaskan hampir semua konflik dan perang atas dasar pertentangan kelas dan perjuangan kelas. Antithesis itu memuncak dalam zaman industrial yang kapitalis. Dengan demikian timbul bahaya bahwa sarana-saran produksi seluruhnya menjadi  milik segelintir kapitalis saja, yang demi kepentingan-diri mengatur hubungan-hubungan kerja dengan sedemikian rupa sehingga merugikan kaum proletar. Si buruh diasingkan dari hasil pekerjaannya, lagi pula dari sesama proletar dan dari kemanusiaannya sendiri.


Perjuangan kelas menjadi-jadi dan tekanan dalam struktur masyarakat mencapai puncaknya. Sementara itu terjadi suatu yang luar biasa dalam zaman kapitalis-industrial itu : ilmu pengetahuan dan tekhnik maju dengan pesat dan sangat meringankan pekerjaan kaum buruh. Tanpa  disadari, telah diletakan fundamen untuk sinthesis yang akan datang. Sebab,  dipandang dari segi tertentu, cara berproduksi dijalankan lagi berasama,  tapi sanyangnya hal itu belum terwujud dalam cara berkonsumsi, karena perkembanga hubungan-hubungan milik masih ke  lain.

 

Sesuai dengan prespektif Marx tentang dialektikanya dengan tahap-tahap materialisme historis, maka dari komunisme primitif (thesis) dan kapitalis (antithesis) Umat manusia dapat maju  ke komunisme yang matang (sinthesis) melalui perjuangan kelas, diktatur proletariat dan sosialisme. Kemungkinan ultimo (pada akhirnya) umat manusia adalah humanisasi dirinya serta dunia dan sosialisasi seluruh kehidupan manusia. Baru dalam keadaan itulah akan tampak kebebasan sejati untuk semua manusia. Dengan demikian mereka akan menguasai dirinya sendiri, proses produksi dan seluruh alam.


Dialektika Kapitalisme : Prestise membawa Kehancurannya Sendiri

Pertumbuhan industri dan komunikasi kapitalis yang begitu cepat telah  menciptakan kota-korta yang sangat besar. Kapitalis memiliki begitu banyak buruh dikota-kota industri, mereka adalah budak mesin yang menerima upah dari dari hasil pekerjaannya. Hal tersebut menghancurkan level bawah kelas menengah, yatu pengusaha kecil, penjaga  toko, pengrajin, petani menurut Marx, mereka tenggelamkan secara perlahan menjadi kaum proletar karena kekurangan modal dan tekhnologi untuk bersaing dengan pemilik modal besar.


Pada sisi positif, manifesto mengakui bahwa kemajuan kekuatan produksi kapitalis yang tidak bisa dijadikan  contoh, telah mengembangkan dunia materi dan dengan luas memperbaiki kondisi kehidupan yang penting untuk perkembangan masa depan manusia secara utuh. Namun kapitalisme adalah  subyek dialektika dan prinsip negasi dialektika. Ironisnya, energi revolusioner  yang luas dan pencapaian kaum borjuis dalam dunia materi yang sedang berkembang justru akan membawa kehancuran, seperti hubungan produksi yang menjadi belenggu dalam kekuatan produksi  dan hancur lebur oleh munculnya

kaum borjuis dengan kekuatan produktivitas baru mereka. Jadi hubungan produksi kapitalis menjadi belenggu pada kekuatan produksi yang meluas dan akan dihancurkan oleh munculnya kelas proletar.

 

Dalam manifesto, masyarakat borjuis modern menurut Marx adalah : sebuah masyarakat yang telah menyulap peralatan besar dan masyarakat yang berubah. Bagaikan seorang penyihir yang tidak  bisa lagi mengontrol kekuatan-kekuatan dunia bawah yang dia panggil lewat mantra-mantranya.kapitalis, seperti pesulap, tidak bisa mengontrol semua kekuatan  produktif yang dihasilkannya. Semua peralatan baru dan pengeruk keuntungan, mesin, dan tekhnologi. Hasil yang didapat adalah sebuah krisis keberlimpahan produksi barang.


Dalam keberlimpahan produksi barang, hubungan produksi dan aliran produk. Hubungan produksi kaum borjuis, yang selalu menuntut perbaikan secara konstan dan ekspresi kekuatan produksi. Kini menjadi belenggu atau perluasan lebih lanjut, karena keuntungan dan hubungan hak milik mereka terancam.

                                             

Namun usaha memperlambat produksi berakibat depresi ekonomi secara umum. Peningkatan pengangguran serta pertambahan penderitaan bagi kaum proletar dalam jumlah yang besar sebagai hasil energi produktif kaum borjuis. Marx mencatat ironi ini pada bagian I manifesto : Apa yang dihasilkan kaum borjuis adalah penggali kuburan sendiri. Kejatuhanya dan kemenangan kaum proletar tidaklah bisa dielakan lagi.


Namun proses dialektika kini bergerak dengan cepat. Kontradiksi antara kekuatan produksi yang meluas dan hubungan kapitalis menjadi semakin memburuk. Tidak ada kekuatan di bumi  yang bisa menahan perjuangan kelas terakhir yang akan menghancurkan kaum kapitalis. Kaum kapitalis telah memainkan perannya dalam sejarah panjang perubahan alam dan sifat manusia.


Kini kelas proletar akan dibebaskan seiring berlakunya hukum-hukum dialektika. Sejarah yang juga tidak bisa ditawar lagi, dan dengan kebebasan kelas perbudakan terakhir yang tersisa ini dalam sejarah seluruh umat manusia. Masa depan menjadi milik proletar. Masa depan menjadi milik mereka karena hukum-hukum dialektika sejarah membuatnya tidak bisa dihindarkan lagi.


Marx melihat pembebasan kaum proletar dengan usahanya sendiri, dengan menyatukannya sebagai buah kelas di setiap negara. Di bawah kontrol partai komunis akan memimpin mereka dalam sebuah gerakan revolusioner yang akan menggulingkan mode produksi ekonomi kaum borjuis dan budaya superstrukturnya, serta akan memenagkan dunia yang telah dikembangkan kaum burjuis. (Agung Nugroho/Red)



Sumber bacaan:

1. Erich Fromm, Konsep Manusia Menurut Marx, Terj. Agung Prihantoro, Pustaka Pelajar, Yogyakarta)

2. Lavine, T. Z.,  Marx Konflik Kelas dan Orang yang Terasing, (Yogyakart Penerbit Delima,  2003)

3. Drs. A. Chairil Basori, Filsafat, (Semarang : IAIN Walisongo, 1986)

4.  Muhammad Baqir Ash-Shadr, Falsafatuna, (Bandung : Penerbit Mizan, 1991)

5. Bertens, Prof. K.,  Ringkasan Sejarah Filsafat, (Yogyakarta :  Penerbit Kanisius, 1975)

6. Henry J. Schmandt, Filsafat Politik Kajian Historis dari Zaman Yunani Kuno sampai Zaman Modern, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2002)

7. Van Der Weij, Dr. P.A.,  Filsuf-Filsuf Besar Tentang Manusia tentang Manusia, terj. K. Bertens, (Jakarta : PT. Gramedia Putaka Utama, 1988)



Nama

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,926,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,2,alienasi,1,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,41,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,144,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,27,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,45,Babay Parid Wazdi,2,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),4,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,3,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,8,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,16,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,1,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,102,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,93,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,17,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,1,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,5,ekonom jalanan,2,Ekonomi,62,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,8,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,1,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,23,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,9,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),1,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,13,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,2,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,1,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,2,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,2,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,1,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,22,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,1,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,38,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,Kisah,11,kisah suskses,1,kolang kaling,1,Kolom,292,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,1,korea utara,1,Korupsi,4,koruptor,1,krisis ekonomi,4,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,60,limbah,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,12,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,2,Lukni An Nairi,7,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,4,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,monas,2,moral hazard,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,4,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,Muktamar ke-34 NU,1,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,101,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,14,News,573,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel baswedan,4,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,2,Opini,88,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,1,pancasila,2,pandemi covid-19,10,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,7,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,51,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,3,perhutani,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,1,Polisi,3,Politik,27,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,6,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,7,puasa ramadan,2,Puisi,27,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,9,rapid test,1,rasio defesit apbn,1,rasio utang,2,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,4,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,26,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,4,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,1,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,3,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,2,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,1,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,2,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,2,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,33,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,7,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,1,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,Universitas Suryakancana,1,universitas trunojoyo madura,3,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,1,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),7,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,3,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,33,virus corona,50,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,Warak Semarang,1,Warak University,4,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,5,wayang sadat,1,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,10,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,3,zakat,2,zakat fitrah,2,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,2,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id: Karl Marx: Dialektika dan Kapitalisme
Karl Marx: Dialektika dan Kapitalisme
Dialektika berasal dari bahasa Yunani “dialego” artinya pembalikan,perbantahan. Istilah dialektika, dia (Marx) mengacu pada kondisi manusia
https://1.bp.blogspot.com/-RruaKdva3to/XrfzGyFGG1I/AAAAAAAACLc/NsUbipck1m4puwUQLb1Q3-PuyUw08aFfgCK4BGAsYHg/w400-h268/Karl%2BMarx.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-RruaKdva3to/XrfzGyFGG1I/AAAAAAAACLc/NsUbipck1m4puwUQLb1Q3-PuyUw08aFfgCK4BGAsYHg/s72-w400-c-h268/Karl%2BMarx.jpg
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id
https://www.jarnas.id/2020/05/karl-marx-dialektika-dan-kapitalisme.html
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/2020/05/karl-marx-dialektika-dan-kapitalisme.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy