May Day 2020: Buruh Jateng Melawan Badai PHK dan Mempertanyakan Minimnya Perlindungan Negara

Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari berbagai elemen Serikat Buruh, Organisasi Mahasiswa, dan Organisasi Masyarakat Sipil di Jateng, menggelar Peringatan May Day melalui aksi penyerahan surat protes terhadap Disnarkertrans Jateng dan kampanye media untuk menghindari penularan Covid 19.

Aksi Buruh, May Day/Foto: jpnn
Barisannews.comGerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari berbagai elemen Serikat Buruh, Organisasi Mahasiswa, dan Organisasi Masyarakat Sipil di Jateng, menggelar Peringatan May Day melalui aksi penyerahan surat protes terhadap Disnarkertrans Jateng dan kampanye media untuk menghindari penularan Covid 19.

Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat: KASBI Jateng, FSPIP, Federasi Serbuk Indonesia, SP PUBG, FSPRIN, YLBHI-LBH Semarang, LRC KJHAM, Yasanti, PPR Jateng, Bem KM UNNES, BEM KM Undip, BEM KM UNIMUS, BEM UNISSULA, BEM UNS, BEM FISIP UNS, BEM FIK UNNES, BEM FIS UNNES, BEM FH UNNES, BEM FH UNDIP, Muda Melawan, SEPERMA, EJA POST, LPM Menteng, FNKSDA Semarang, Gusdurian Semarang, Pelita , Aliansi Pelajar Semarang, FMN Semarang, Aksi Kamisan Semarang, Mahasiswa Bergerak

Aksi Peringatan Hari Buruh Ini, adalah momentum penting bagi kaum Buruh sehingga harus tetap dilaksanakan untuk merefleksikan perlawanan terhadap penindasan dan ketidakadilan yang dialami dalam dunia kerja. Apalagi saat ini, Buruh/Pekerja tengah dihadapkan dengan fenomena Pandemi Covid 19 yang memicu gelombang PHK dan dirumahkanya Puluhan Ribu Buruh/Pekerja di Jawa Tengah, serta ancaman Omnibus Law yang belum dibatalkan pembahasanya di Parlemen, Semarang (Jum’at 01/05/2020), 

Belum henti semua derita yang dialami oleh kaum Buruh dimasa Pandemi Covid 19. Pada tanggal 17 Maret 2020 Menteri Tenaga Kerja mengeluarkan Surat Edaran Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Pelindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19, yang isinya memberikan peluang penentuan besaran upah sesuai kesepakatan antara pengusaha dan buruh yang potensial melanggar ketentuan Upah Minimum Kabupaten/Kota karena relasi antara buruh dan pengusaha yang timpang dalam perusahaan ketika melakukan negosiasi dan membuat kesepakatan.

Bukanya memberikan perlindungan bagi Buruh yang sedang berhadapan dengan praktek PHK dan dirumahkan tanpa pemenuhan hak kompensasi PHK dan upah. Surat edaran tersebut, justru lebih mengakomodir dan melegitimasi tindakan perusahaan yang seenaknya merumahkan Pekerja/Buruh dengan menggunakan dalih perusahaan tidak dapat beroperasi, baik karena kehabisan bahan baku ataupun karena kesulitan mendistribusikan hasil produksinya sehingga terpaksa tidak dapat memenuhi hak-hak normatif Buruh/Pekerja sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Jika ditelisik secara normatif, tindakan PHK dan dirumahkanya Buruh tanpa disertai pemenuhan hak-hak normatif oleh perusahaan tersebut, jelas merupakan suatu pelanggaran terhadap hak-hak Buruh. Penjelasan terkait hal tersebut, setidaknya dapat dilacak dalam ketentuan Pasal 156, Pasal 161, Pasal 163, Pasal 164, Pasal 165, Pasal 166, Pasal 169, Pasal 172 Undang-Undang Ketenagakerjaan yang isinya menyebutkan kewajiban perusahaan untuk tetap membayarkan Kompensasi PHK terhadap Buruh/pekerja yang terkena PHK. Begitu pun dengan Buruh yang dirumahkan, perusahaan tetap diwajibkan membayar upah karena pada prinsipnya Buruh bersedia melakukan pekerjaanya tetap mendapatkan upah, sebagaimana ketentuan Pasal 93 ayat (2) huruf (f) Jo. Pasal 185 Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pelanggaranya diancam dengan sanksi pidana maksimal 4 tahun pidana penjara.

Lebih lanjut terkait dengan pembayaran upah yang dapat disepakati antara pengusaha dan dengan Buruh/Pekerja sebagaimana disebutkan dalam isi Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja. Secara hukum surat edaran Menteri Tenaga Kerja tersebut, tidak mengikat dan hanya berlaku secara internal karena bukan merupakan produk Peraturan Perundang-Undangan yang masuk dalam hirarki Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia sebagaimana disebutkan dalam ketentuan Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

Apabila pembayaran upah didasarkan pada ketentuan Surat edaran tersebut tetap dipaksakan, Pengawas Ketenagakerjaan dan kepolisian dapat melakukan proses hukum terhadap pengusaha karena tindakanya melanggar ketentuan Pasal 185 (1) jo. Pasal 90 ayat (1) Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Artinya Pengawas Ketenagakerjaan pada Disnakertrans Provinsi dan Kepolisian seharusnya memproses secara hukum pengusaha yang nekat dan melakukan pelanggaran hak-hak pekerja yang disebutkan diatas.

Disamping persoalan PHK dan dirumahkanya Buruh tanpa pemenuhan hak-hak Normatif. Kaum Buruh dan Masyarakat Sipil juga tengah dihadapkan dengan pembahasan Omnibus Law: RUU Cipta Kerja yang belum dibatalkan dan masih terus dibahas Gedung DPR. Padahal sejak awal penyusunanya RUU ini telah di tolak oleh Masyarakat Sipil: Buruh, Petani, Mahasiswa, Akademisi, Nelayan, Masyarakat adat, dan Lembaga Non Pemerintah karena proses penyusunanya tidak melibatkan dan mendengarkan aspirasi dari kelompok masyarakat sipil yang akan terdampak dengan regulasi yang di inisiasi oleh pemerintah dan cenderung mengakomodir kepentingan bisnis para pemodal.

Tidak hanya terkait proses penyusunan yang dianggap cacat, secara substansi RUU Cipta kerja yang disusun dengan konsep Omnibus Law ini juga dinilai cacat dan akan mengorbankan masyarakat sipil. Khusus untuk isu ketenagakerjaan, Omnibus Law: RUU Cipta Kerja terlihat lebih mengedepankan politik upah murah dan menerapkan konsep hubungan kerja fleksibel (legitimasi Kontrak dan Outsorching) yang merugikan bagi kalangan buruh.

Di masa Pandemi Covid 19 yang menghantam sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat. Pemerintah dan DPR seharusnya mengeluarkan kebijakan penanganan Covid 19 yang memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat serta membatalkan pembahasan Omnibus Law: yang sejak awal telah ditolak oleh masyarakat sipil.

Namun yang terlihat justru sebaliknya, kebijakan PSBB di beberapa daerah dan himbauan untuk melakukan social distancing guna mengurangi penyebaran Pandemic Covid 19, dilakukan tanpa memastikan masyarakat sipil aman dari kerentanan pangan yang menghantui dan perlahan mulai semakin terasa seiring hilangnya pekerjaan, baik buruh di sektor formal yang terkena PHK dan dirumahkan, pekerja sektor informal yang kehilangan pekerjaan, Petani dan Nelayan yang kesulitan menjual komoditas pangan yang dihasilkan, dll. Belum lagi ditambah dengan dikeluarkanya Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan pembahasan Omnibus Law: RUU Cipta Kerja yang tetap dibahas dan belum dibatalkan oleh Pemerintah dan DPR.

Kondisi diatas, sesungguhnya memberikan gambaran betapa lengkapnya penderitaan rakyat di tengah pandemi Covid 19 dan kegagalan sistem ekonomi yang berpihak terhadap kepentingan Pemodal. Dengan demikian Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret dengan menghentikan penerapan sistem ekonomi yang menindas tersebut, dan menggantinya dengan sistem yang lebih adil dan tidak merugikan rakyat. Jika tidak, pertanyaanya adalah, masihkah kita percaya pada Rezim yang katanya berpihak pada rakyat ini?

Berangkat dari situasi dan persoalan diatas, Aliansi Gerakan Rakyat menggugat melalui momentum peringatan hari Buruh Internasional (May Day) ini, mendesak agar Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan seluruh jajaranya serta Dewan Perwakilan Rakyat untuk:

1. Membatalkan secara keseluruhan pembahasan Omnibus Law: RUU Cipta Kerja yang saat ini draftnya masih terus dilanjutkan pembahasanya di gedung Dewan Perwakilan Rakyat;

2. Fokus menangani Pandemi Covid 19 melalui perumusan kebijakan dan tindakan yang tidak hanya berbentuk PSBB dan Kartu Prakerja, tetapi juga memastikan pemenuhan kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi.

3. Melakukan pengawasan dan memberikan sanksi tegas bagi pengusaha yang melakukan PHK sewenang-wenang dan merumahkan buruh di tengah pandemi Covid 19 tanpa memenuhi hak-hak normatif sesuai ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

4. Mencabut Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja Nomor M/3/HK.04/III/2020 tentang Pelindungan Pekerja/Buruh dan Kelangsungan Usaha Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan COVID-19, yang substansinya merugikan Buruh/Pekerja;

5. Memastikan Pengusaha membayarkan THR bagi Buruh/Pekerja secara penuh pada hari raya Idul Fitri berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

6. Memastikan perlindungan dan pemenuhan alat pelindung diri yang memadai bagi Tenaga Medis yang menangani Pasien Covid 19.

7. Membuka ruang demokrasi seluas-luasnya dan menghentikan kriminalisasi terhadap Masyarakat Sipil.
Nama

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,925,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,2,alienasi,1,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,41,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,144,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,27,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,45,Babay Parid Wazdi,2,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),4,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,3,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,8,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,15,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,1,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,102,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,93,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,17,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,1,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,5,ekonom jalanan,2,Ekonomi,62,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,8,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,1,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,23,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,9,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),1,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,13,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,2,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,1,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,2,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,2,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,1,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,22,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,1,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,38,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,Kisah,11,kisah suskses,1,kolang kaling,1,Kolom,292,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,1,korea utara,1,Korupsi,4,koruptor,1,krisis ekonomi,4,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,60,limbah,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,12,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,2,Lukni An Nairi,7,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,4,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,monas,2,moral hazard,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,4,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,Muktamar ke-34 NU,1,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,101,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,14,News,573,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel baswedan,4,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,2,Opini,88,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,1,pancasila,2,pandemi covid-19,10,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,7,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,51,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,3,perhutani,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,1,Polisi,3,Politik,27,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,6,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,7,puasa ramadan,2,Puisi,27,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,9,rapid test,1,rasio defesit apbn,1,rasio utang,2,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,4,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,26,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,4,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,1,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,3,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,2,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,1,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,2,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,2,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,33,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,7,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,1,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,Universitas Suryakancana,1,universitas trunojoyo madura,3,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,1,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),7,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,3,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,33,virus corona,50,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,Warak Semarang,1,Warak University,4,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,4,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,10,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,3,zakat,2,zakat fitrah,2,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,2,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id: May Day 2020: Buruh Jateng Melawan Badai PHK dan Mempertanyakan Minimnya Perlindungan Negara
May Day 2020: Buruh Jateng Melawan Badai PHK dan Mempertanyakan Minimnya Perlindungan Negara
Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) yang terdiri dari berbagai elemen Serikat Buruh, Organisasi Mahasiswa, dan Organisasi Masyarakat Sipil di Jateng, menggelar Peringatan May Day melalui aksi penyerahan surat protes terhadap Disnarkertrans Jateng dan kampanye media untuk menghindari penularan Covid 19.
https://1.bp.blogspot.com/-39GTqPzTvaU/XqvcorqacsI/AAAAAAAACEI/8bUmzDRuOyMUgXGZutCt0x9ory1wErRAgCLcBGAsYHQ/s400/Demo%2Bburuh%2B1%2Bmedi%2B2020.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-39GTqPzTvaU/XqvcorqacsI/AAAAAAAACEI/8bUmzDRuOyMUgXGZutCt0x9ory1wErRAgCLcBGAsYHQ/s72-c/Demo%2Bburuh%2B1%2Bmedi%2B2020.jpg
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id
https://www.jarnas.id/2020/05/may-day-2020-buruh-jateng-melawan-badai.html
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/2020/05/may-day-2020-buruh-jateng-melawan-badai.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy