BUMN Itu Dipegang Muhammadiyah: Apa yang Terjadi?

Hampir semua BUMN merugi. Setidaknya ada 23 BUMN yang kerugiannya cukup ngeri.


Oleh: Among Kurnia Ebo



Barisannews.comMiris. Itulah yang terlintas di pikiranku saat membaca berita yang tengah hits belakangan ini. Hampir semua BUMN merugi. Setidaknya ada 23 BUMN yang kerugiannya cukup ngeri. Bahkan ada BUMN yang terlibat membuat pelaporan keuangan fiktif demi gaya ABS, yang beruntungnya kemudian terbongkar. Cerita-cerita korupsi di BUMN juga tidak sedikit sampai ke telinga kita.

Selama pandemi covid ini saja konon BUMN boro-boro bergerak untuk menyumbang untuk program pengendaliannya, yang terjadi justru malah minta disuntik pemerintah dengan dana segar hingga 150 T agar tidak kolaps. Sementara Muhammadyah sudah menyumbang lebih dari 120 Mgb berupa APD, sembako untuk yang terdampak, dan fasilitas lain yang dibutuhkan paramedis. Nggak mikir bahwa BPJS saja masih utang ratusan milyar ke rumah sakit Muhammadyah.

Sebagai warga negara dan orang awam tentu kita boleh bertanya-tanya: mengapa BUMN yang dimodali atau disuntik dengan uang negara itu kok bisa merugi? Padahal, yang berada di dalamnya katanya orang-orang pinter dan expert di bidangnya sehingga layak mendapatkan gaji puluhan bahkan ada yang ratusan juta per bulan. Support system yang diberikan pemerintah juga bukan soal suntikan modal saja, tapi banyak fasilitas yang lainnya. Orang kemudian secara bodoh bisa bertanya: kenapa bisa?

Di sisi yang lain, sebagai warga Muhammadyah, kadang saya membandingkan antara apa yang dialami oleh BUMN itu dengan yang terjadi di Badan Usaha Milik Muhammadyah (BUMM). Yang satu dilaporkan selalu merugi, sedangkan satunya tidak pernah ada laporan kerugian. Bahkan kalau dihitung secara aset, Muhammadyah kini punya aset lebih dari 350 triliun atau setara dua kali lipatnya aset sebuah bank terbesar di negeri ini.

Yang unik lagi malah ada semacam BUMN yang disupport pemerintah yang punya hutang pada Muhammadyah. Angkanya nggak main-main. Satu trilyun lebih. Ya, BPJS konon masih punya utang ke rumah sakit Muhammadyah sekitar 1,2 T. Informasi terakhir katanya tinggal 860 milyar. Tapi angka yang masih besar juga. Entah kapan mau dilunasi.

Muhammadyah memang organisasi tua, sudah ada sebelum Indonesia merdeka. Didirikan oleh KH Ahmad Dahlan alias Mohamad Darwis di kampung Kauman, Yogyakarta, 18 November 1912. Jadi, sudah berapa puluh tahun ya? Hemmm, seabad lebih ya! Hampir sama dengan usia Unelever yang sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Dan sama-sama masih eksis sampai sekarang. Nggak pernah ngomong mengalami kerugian sekian, apalagi TT-an.

Padahal, kalau dilihat dari jumlah anggotanya, sebetulnya tidak terlalu besar juga. Warga Muhammadyah jika berdasarkan data yang tercatat dan memiliki NIBM, jamaahnya paling hanya sekitar 30 jutaan saja. Kalau dibandingkan dengan organisasi NU misalnya, ya belum ada seperempatnya. Tapi, meskipun begitu, perjuangan dan dakwah warga Muhammadyah untuk membesarkan organisasi sangatlah kuat dan solid.

Itulah sebabnya menjadi tidak mengherankan jika amal usaha Muhammadyah ada di mana-mana. Bahkan ada di daerah yang warga Muhammadyahnya sangat sedikit, seperti Universitas Muhammadyah di Kupang atau Universitas Muhammadyah di Papua yang masyarakatnya mayoritas justru nonmuslim. Muhammadyah memang beramal untuk semua, bukan hanya untuk orang Islam saja. Tapi untuk bangsa! Tanpa harus mengklaim diri lewat prasasti atau SK berjuang untuk negeri.

Meski jamaahnya tidak terlalu banyak, tapi amal usaha Muhammadyah boleh dibilang sangat banyak. Setidaknya mempunyai 7.600 sekolah dan 175 kampus yang eksis, bahkan meskipun statusnya swasta seringkali menjadi pilihan favorit orang tua siswa. Punya hampir 500 rumah sakit PKU Muhammadyah di berbagai kota yang sehat baik secara manajemen maupun finansialnya.

Bukan itu saja, Muhammadyah juga punya banyak lembaga sosial untuk mengayomi kaum dhuafa. Setidaknya tercatat hampir 500 panti asuhan, rumah jompo, dan pusat rehabilitasi anak cacat. Yang semuanya juga eksis dengan membiayai dirinya sendiri tanpa berharap bantuan dari pihak mana pun. Juga tidak berharap pada bantuan dari pemerintah.

Karena prinsip organisasi amal sosial Muhammadyah ini sejak awalnya justru ingin menjadi tangan di atas yang bisa mengayomi kaum marginal. Kalau toh ada sumbangan dari pihak lain, itu pun inisiatifnya datang dari mereka sendiri. Bukan karena mengedarkan proposal kesana kemari, tapi memang pilihan orang yang bersangkutan untuk mengirimkan bantuannya ke amal sosial Muhammadyah.

Saya membayangkan, andai BUMN di Indonesia yang setiap tahunnya merugi itu, padahal pengelolanya digaji puluhan hingga ratusan juta, seperti Ahok sebagai Komisaris Pertamina yang konon gajinya bisa tembus 300 juta, mungkin kejadiannya akan berbeda. Artinya, tidak rugi terus, tidak minta suntikan modal terus, bahkan bisa jadi dana CSR yang dikembalikan ke masyarakat akan makin membesar terus. Makin banyak kegiatan yang bisa dibuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia lewat dana CSR, bukan sekedar kegiatan seremonial belaka.

Mengapa amal usaha Muhammadyah tidak pernah merugi? Padahal tidak pernah berharap pada bantuan pemerintah atau meminta iuran wajib anggotanya setiap bulan seperti di BPJS itu? Sementara BUMN yang disupport habis-habisan oleh APBN, dukungan legislasi, SDM terbaik, dan fasilitas yang lengkap justru kebanyakan laporannya rugi terus? Boleh tanya ke warga Muhammadyah pernah enggak diminta iuran bulanan kayak BUMN yang itu? Di Muhammadyah itu kulturnya kesadaran diri. Kesadaran untuk selalu bersedekah, infaq, zakat, wakaf, tanpa paksaan siapapun. Satu-satunya alasan hanyalah karena takwa dan ridha ilahi. Soal rezeki sudah dijamin sama Yang Di Atas.

.

Tentu ada banyak jawaban panjang lebar yang bisa dipaparkan untuk menjawab pertanyan-pertanyaan itu. Baik penjelasan yang sifatnya akademik maupun praksis. Tapi, sebagai orang awam dan warga Muhammadyah, tentu kita bisa melihat dan menjelaskannya dengan bahasa yang sederhana saja. Mengapa BUMM terus tumbuh dan tidak pernah merugi meski hanya memakai SDM Muhammadyah sendiri yang sebetulnya juga terbatas itu?

Pertama, tentu karena niat awalnya. Sebagai organisasi Islam tentu yang digunakan adalah prinsip-prinsip Islam. Innama akmalu binniyat. Segala sesuatu harus dipastikan niatnya. Karena niat itu meskipun letaknya di awal tapi akan menentukan hasil akhir. Salah di niat, maka akan salah juga di hasil. Bagi warga Muhammadyah niat utama beraktivitas di Badan Usaha Muhammadyah adalah mencari Ridlo Allah SWT. 

Menempatkan Sang Pencipta di atas segalanya. Bukan sekedar di atas kertas. Tapi diucapkan dengan lisan, ditancapkan di dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan. Orientasi utama adalah pahala. Ridla Ilahi. Memburu akherat, surga yang dijanjikan. Oleh karenanya, apa yang dilakukan selalu diniatkan untuk kebaikan. Karena keyakinan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan berbuah kebaikan bahkan keberkahan.

Kedua, memegang teguh prinsip yang dicanangkan Founder Muhammadyah KH Ahmad Dahlan: hidup-hidupkanlah Muhammadyah, jangan mencari hidup di Muhammadyah. Semua warga Muhammadyah tahu dan paham wasiat utama pendiri Muhammadyah ini. Sejak kecil kaidah itu sudah diajarkan oleh para orang tua dan terus terngiang hingga dewasa. Bukan sekedar untuk dijadikan dogma. Tapi dijadikan panduan dalam praktik kehidupan. Baik dalam berorganisasi, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Yang intinya, warga Muhammadyah jangan sampai menjadi parasit, tapi harus bisa menjadi manfaat di mana pun posisinya. Itulah sebabnya organisasi amal usahanya bisa terus bertumbuh karena tidak ada yang ingin menjadi parasit di dalamnya.

Ketiga, mengedepankan profesionalisme di segala lini. Muhammadyah dengan ribuan amal usahanya selalu menerapkan standar profesional dalam menempatkan orang. Standar dan parameternya jelas.Tidak ada like and dislike. Tidak ada istilah darah biru mendapatkan previllege. Setiap orang akan ditempatkan pada keahliannya.

Meskipun darah keturunan Kiai Ahmad Dahlan jika tidak punya kompetensi apa-apa ya tidak akan diberi posisi dan tanggung jawab apa-apa. Sebaliknya, meski bukan anaknya siapa-siapa, asal punya kapasitas dan kompetensi yang mumpuni tanpa ragu Muhammmadyah akan memberikan kepercayaan padanya. Dengan tanggung jawab sepenuhnya. Asal tetep ingat, semua untuk berhikmat pada Muhammadyah dengan segala visi misi dan prinsipnya.

Muhammadyah percaya bahwa jika pekerjaan tidak diserahkan pada ahlinya maka akan menghancurkan semuanya. Mengapa percaya ini? Ya karena yang bicara Rasulullah. Ini hadits Nabi. Standar apalagi yang akan dijadikan sebagai kaidah menjalankan sebuah amal usaha kalau bukan prinsip-prinsip dari yang dikatakan Nabi Muhammad? Yang itu pasti benar dan selalu terbukti kebenarannya.

Jadi, sebagai orang awam bolehlah berandai-andai. Ya andai BUMN itu dipegang dan dikelola dengan cara Muhammadyah (BUMM) mengelola semua amal usahanya, saya yakin tidak akan ada berita atau cerita BUMN akan merugi. Apalagi semuanya disupport oleh negara, dari berbagai lini. Jadi, malah tinggal menjalankannya saja dengan penuh amanah dan transparansi. Jika itu dilakukan maka BUMN akan untung, negara akan untung, masyarakat akan untung karena aliran CSR kian besar dan dirasakan manfaatnya untuk kesejahteraan rakyat.

Tapi, sekalai lagi, itu hanyalah andai. Dan sampai hari ini masih kita baca 23 BUMN masih tetap merugi. Padahal, di situ ada duit rakyat. Dan rakyat masih harus menanggung beban utangnya. Padahal komisaris dan direkturnya digaji ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Kalau di kultur Muhammadyah, jika ada yang merasa tidak becus diberi tanggung jawab, otomatis akan mengundurkan diri dengan sendirinya. Angkat bendera putih. Malu! Malu pada organisasi, malu pada jamaah, malu sama Gusti Allah. Bahkan malu pada diri sendiri. Pertanda masih harus Iqra. Harus belajar lagi lebih banyak!

Jadi, budaya malu itu masih ada di negeri ini. Setidaknya di Muhammadyah! Itu salah satu yang membuatku bangga menjadi warga Muhammadyah
Nama

100 hari kerja,1,14 hari belajar di rumah,1,14 hari libur sekolah,3,7 Inisiatif Udara Bersih Jakata,1,abdullah hehamahua,1,Abu Nawas,2,adamas belva syah devara,2,Ade Armando,3,Agus Lennon,1,Ahimsa,1,ahli distribusi pangan,2,ahli hidrologi,2,ahli pangan,1,ahmad supari,1,Ahmad Yani,1,Ahok,4,air hujan,1,air putih,1,aisyah istri rasulullah,2,aksi cepat tanggap (act_ jakarta care line,1,aktivis,2,Aktivis Mahasiswa 1977-1978,1,Aktual,925,akuntabilitas penanganan covid-19,1,al ghazali,3,Al-Ghazali,1,alat pelindung diri (apd),4,aldi m alizar,1,ali bin abi thalib,2,alienasi,1,alissa wahid,4,Alumni UGM,2,amalan rasulullah,2,amerika serikat,2,amin rais,1,anak,1,anak buah kapal (abk),1,Anak yatim,2,ananta damarjati,9,anatasia wahyudi,41,andi taufan garuda putra,2,Angkringan,12,angkutan publik,1,Anies Baswedan,144,Anugerah Jurnalistik,1,apbn,4,aplikasi,1,aplikasi ruangguru,1,Artikel,27,Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI),1,asyariyyah,1,Atta Halilintar,2,Awalil Rizky,45,Babay Parid Wazdi,2,bada kupat,1,Badan Amil Zakat Nasional (Baznas),3,badan pembina ideologi pancasila (bpip),2,badan penyelenggara jaminan sosial (bpjs) kesehatan,1,Badan Usaha Milik Negara (BUMN),4,bahrul ulum,1,Balai Bahasa Jawa Tengah,1,bambang soesatyo,1,bandara halim perdanakusuma,1,bandit,1,banjir,13,banjir demak,1,banjir jakarta,6,banjir surabaya,1,Bank DKI,1,bank dki jakarta,3,bank indonesia,2,Bank Sampah,1,Banser,1,bantuan sosial (bansos),6,Barisan Jabar,1,Barisan Jateng,39,Barisan Jatim,3,Barisan Jogja,7,barisan kalimantan,1,Barisan News,1,barisan nusantaa,3,Barisan Nusantara,12,barisan nusantara muda menanam,2,barisan nusantara solo,1,Basket,1,batik semarang 16,1,Baznas (Bazis) DKI Jakarta,9,bekerja di rumah,3,belajar bahasa inggris,1,belajar dari rumah,1,belajar di rumah,1,beta wijaya,8,Betawi,4,bhima yudistira,1,binahong,1,Bioskop Rakyat,1,BJ Habibie,6,buah,1,Budaya,15,buku,1,bulan syaban,2,Bundaran HI,1,bus akap,1,bus feeder semarang,1,busthomi rifai,5,buya hamka,1,buya yahya,1,Buzzer,7,cabai,1,Cak Nun,2,calon presiden 2020,1,capres 2024,2,Car Free Day (CFD),1,cebong,1,Cerpen,1,Cheng Ho,1,choi pan goreng,1,Christmas Carol,1,cibubur,1,cipete selatan,1,City 4.0,1,covid-19,102,CPNS,1,cuaca ekstream,1,cuci tangan,1,cukong partai,1,current account,1,daerah,93,dana haji,2,danarto,1,darurat sipil,1,das serayu,1,daun sirih,1,demak,1,Demonstrasi,2,denny ja,1,Denny Siregar,2,Dewan Kesenian,3,dewan kesenian jakarta,1,Dewan Kesenian Semarang,1,dewan masjid indonesia,1,Dewan Pengupahan,1,dewan perwakilan daerah (dpd),1,dialektika,1,dinas bina marga,1,dinas kebudayaan,1,dinas pendidikan,1,dinas sosial,1,Disabilitas,1,Disertasi,2,disinfeksi,2,disinfektan,4,diskusi online,1,ditjen pendidikan islam,1,Djarum Foundation,1,dki jakarta,17,Doa,4,dokter,1,donald trump,1,dongeng utang,3,dprd dki jakarta,3,DPRD Jateng,1,dprd kota semarang,1,dr. sutrisno muslimin,3,drone,1,dua siklon tropis,1,E-Commerce,1,e-ktp,1,Edhie Prayitno Ige,1,Eko Tunas,5,ekonom jalanan,2,Ekonomi,62,ekonomi syariah,1,Entertainment,11,Esai,4,esensialisme,1,Fachrul Razi,2,fadjroel rachman,1,fakta,1,family farming,1,farid gaban,1,farouk abdullah alwyni,3,fasisme,1,fatimah,1,Felix Siau,1,Feminisme,1,Festival Teater,2,Film,4,Film The Santri,4,Filsafat,3,filsafat pendidikan,5,filsafat pendidikan islam,1,Flora dan Fauna 2019,1,flu,1,food station,1,forkompimko jakarta timur,1,formula e,1,forum honores kategori 2 indonesia (fhk21) pegawai honorer,1,Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),1,foto,13,fraksi pkb,1,Freeport,1,Front Pembela Islam (FPI),3,gamelan,1,Ganjar Pranowo,1,gaya hidup,8,Geisz Chalifah,13,gender,1,generasi milenial,1,Gerakan Ansor Peduli,1,gerakan nasional pengawal ulama,1,gerakan persaudaraan muslim indonesia (gpmi),1,gerakan turun tangan,2,Gereja di Karimun,1,Gereja Katolik Santo Joseph,1,gerhana matahari,1,gerhana matahari cincin,1,germas berkat,1,gojek,1,gopay,1,gosok gigi,1,Gowes,2,Gowes Bareng Anies,2,GP Ansor,4,grab,1,gubernur dki jakarta,1,gugus tugas covid-19,1,Gundala,1,gunung merapi,1,guru,3,guru ngaji,1,gus baha,1,Gus Dur,5,Gus Mus,1,Gus Muwafiq,1,gus sholah,1,gus windu el hasmary,1,gusdurian,2,Habib Luthfi bin Yahya,1,hadits,3,haji,3,hand sanitizer,1,Hari Antikorupsi,1,hari buku nasional,1,hari buruh,1,hari lahir pancasila,1,hari peduli sampah nasional,1,hari pendidikan nasional (hardiknas),1,Hari Pohon Sedunia,1,hari puisi nasional,1,hari raya idul fitri,2,hari raya nyepi,1,Hasta Brata,1,herbal,3,Hersubeno Arief,39,hidrologi,2,hidroteknik,1,hidung pesek,1,hidup sehat,1,Hikmah,23,himpunan mahasiswa islam,5,Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (HIMPAUDI),1,hindu tamil,1,hmi,5,Hoax,6,hodrometeorologi,1,Honorable Mention dari Komite Sustainable Award (STA),1,hotel grand cempaka,1,hujan,1,hujan malam malam,1,Hukum,9,hukum zakat,1,Humor,7,humor gus dur,1,ibadah haji,1,ibu,1,ibu hami,1,Ibu Kota,1,idul fitri,3,ihya ulumuddin,1,Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI),1,ikatan doketer indonesia (idi),3,ikatan sarjana nahdlatul ulama (isnu),1,iklan,1,imam al ghazali,1,imunitas,1,inalum,1,indo barometer,1,indobarometer,1,Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019,1,industri,1,industri pengolahan,1,Info Pangan Murah September 2019,1,infografis,27,Informasi,19,Inspiratif,13,Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),1,Institut Harkat Negeri,2,institut harkat negeri (ihn),1,Institut Media Sosial dan Diplomasi,1,Institut Teknologi Bandung (ITB),1,internasional,6,Internasional Book Fair (IIBF),1,investasi,1,ir soekarno,1,iran,1,istri,1,Iwan Samariansyah,1,jahe,1,Jakarta Aman,1,jakarta banjir,7,jakarta lockdown,1,jakarta macet,1,Jakarta Muharam Festival,6,jakarta pusat,1,jakarta ramah sepeda,1,jakarta tanggap darurat bencana,2,jakarta timur,1,jakarta tourism forum (jtf),4,Jakarta Urban Kampung Conference 2019,1,Jakbee,1,jakpreneur,1,jamaah tabligh,2,jamu,1,jamus kalimasada,1,Jantu Sukmaningtyas,3,jaringan gusdurian,4,Jawa,2,Joker,1,joko pekik,1,Jokowi,49,Jurnalistik,1,Kabinet Indonesia Maju,4,Kampus,6,kandank warak,2,kapitalisme,1,karl marx,1,Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU),2,Kartu Jakarta Pintar (KJP),1,kartu prakerja,2,kartu sembako,1,kawasan monas,2,kawasan perkotaan,1,kearifan lokal,1,Kebakaran,6,kebangkrutan negara,1,kebersihan,1,kebudayaan,2,kecerdasan,1,kekerasan anak,1,kelana siwi,1,kelenteng ancol,1,keluarga,3,kemacetan,2,Kementerian Agama,4,kementerian keuangan,1,kementerian luar negei (kemenlu) ri,1,kementerian pendidikan dan kebudayaan,3,kementerian pupr,1,kementerian riset dan teknologi (kemenristek),1,kementrian agama,1,Kemiskinan,2,Kepemimpinan,1,kepiting saos padang,1,kepulauan seribu,3,Keraton Agung Sejagat,1,Kesehatan,22,kesehatan gigi,1,kesejahteraan penduduk,1,Kesenian,8,ketahanan pangan,5,ketua mpr ri,1,ketupat,1,keuangan,1,kh hasyim asyari,1,kh sholahuddin wahid,1,kh. ahmad dahlan,1,KH. Hasyim Asyari,1,KH. Maimun Zubair,1,KH. Maruf Amin,1,Khazanah,38,Khilafah,1,khoirul hidayat,1,ki ageng selo,1,Kisah,11,kisah suskses,1,kolang kaling,1,Kolom,292,Kolonel Hendi Suhendi,1,Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia,1,Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),7,Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),2,Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI),1,Komunikonten,2,Komunitas Film,1,Komunitas Kaligawe,1,komunitas sepeda,1,kongres hmi ke XXXII,1,kongres umat islam,1,koperasi,1,korea utara,1,Korupsi,4,koruptor,1,krisis ekonomi,4,krisis indonesia,2,ktp elektronik,1,Kue,2,kuliah daring,2,Kuliner,9,Lampion,1,lazisnu jateng,1,lebaran,1,Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah (LAZIS),2,Lenong Betawi,1,lepat,1,lesbumi,1,lesbumi nu grobogan,1,libur sekolah,1,Lifestyle,60,limbah,1,Lingkungan Hidup,13,Literasi,3,Literasi Media,1,lockdown,12,logika,1,Lomba Baca Puisi,2,lombok,1,lpmk banjardowo,1,lpmk semarang,1,luhut pandjaitan,3,lukisan,1,Lukman Hakim Hasan,6,lukman wibowo,2,Lukni An Nairi,7,mafia minyak,1,Mahasiswa,9,Mahatma Gandhi,1,mahfud md,3,majelis nasional kahmi,1,majelis taklim bahrul ulum,1,Majelis Ulama Indonesia (MUI),6,Makanan,4,malam nisfu syaban,2,Malam Tahun Baru,1,malang,1,maneken,1,Mardigu Wowiek,1,marhaban ya ramadan 2020,1,Masjid,4,masjid agung sunda kelapa,1,masjid cut meutia,1,masker,4,matematika,1,may day,1,Media Sosial,7,megawati,1,melati air,1,meme,1,Menteri Agama,1,menteri kesehatan,1,menteri keungan,2,menteri koperasi dan ukm,1,merapi,1,merapi erupsi,1,milad hmi ke-73,2,milenial,2,mimbar virtual,5,mitigasi bencana,1,Mobil Esemka,1,Mobil Listrik,1,moda raya terpadu (mrt),1,moderasi agama,1,monas,2,moral hazard,1,muda melawan semarang,1,mudik,2,muhammad chozin,4,muhammad iqbal,1,Muhammad Natsir,1,muhammad said didu,4,Muhammad Syahrur,1,muhammadiyah,3,Muharram,6,Muktamar ke-34 NU,1,multikultural,1,Museum,1,Musik,3,Musik Klasik,2,musik religi,1,Muslim United,1,mw kahmi,1,nabi musa,1,Nadiem Makarim,4,Nadirsyah Hosen,1,Nahdlatul Ulama (NU),7,najwa shihab,2,nana akufo addo,1,nasi goreng,1,nasional,101,nasionalisme,1,Natal,1,nelson mandela,1,Neraca Pembayaran Indonesia (NPI),1,neraca transaksi berjalan,1,new normal,14,News,573,ngabuburit,1,ngehits,3,ngopi,1,ningsih tinampi,1,nissa sabyan,2,nitizen,1,novel baswedan,4,nu kota semarang,2,nu peduli covid-19,1,nurfadilah,1,nuzulul quran,1,nyadran,1,ojek online,2,Olah raga,3,oligarki,1,oligarki ekonomi,1,oligarki politik,1,omnibus law,2,Opini,88,orang orang maneken,1,organisasi kesehatan dunia (who),1,ott kpk,1,pagar nusa,1,paguyuban pedagang warteg,1,Pajak,1,pancasila,2,pandemi covid-19,10,Panel Surya,1,panembahan reso,1,pangan,4,panglima komando operasi pemulihan keamanan dan ketertiban,1,pantai tugulufa,1,Papua,7,parenting,2,partai amanat nasional (PAN),1,partai demokrasi indonesia perjuangan (pdip),5,Partai Gerindra,3,partai kebangkitan bangsa,4,Partai Nasdem,1,Partai Persantuan Pembangunan,1,partai politik,2,Partai Solidaritas Indonesia (PSI),1,paru-paru,1,pasar kaget,1,PD Dharma Jaya,2,Peci,1,Pedagang Kaki Lima (PKL),1,pegawai negeri,1,pekerja seni,2,pelajar jakarta,1,Pelantikan Presiden,1,pelayanan publik,1,pemakaman jenazah covid-19,2,pemakzulan presiden,1,pembatasan kegiatan masyarakat (pkm),1,pembatasan sosial berskala besar (psbb),16,pemilu 2024,1,pemimpin profetik,1,pemkot jakarta barat,1,Pemprov DKI Jakarta,5,pemuda pancasila,1,pemutusan hubungan kerja (phk),2,pendapatan negara,1,Pendidikan,51,pendidikan agama islam,1,Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),6,pendidikan esensialisme,1,pendidikan islam,1,pendidikan progresivisme,2,pendidikan seks,1,pendidikan sosialis,1,pendidikan usia dini,1,pendidikan virtual,1,penggali kubur,1,pengganguran dki jakarta,1,pengobatan alternatif,1,penguasa politik,1,penimbun masker,1,penimbun masker di tangkap,1,penyakit hati,1,penyakit masyarakat,1,pepatah jawa,1,perbankan,3,perhutani,1,perizinan,1,perkiraan cuaca,1,perpustakaan,2,persaudaraan alumni 212,1,pertamina,1,pertumbuhan ekonomi,2,perumda pasar jaya,1,petruk,1,petruk dadi ratu,1,physical distancing,1,pilkades kendal,1,pilwakot semarang,2,piter abdullah,1,pkb kota semarang,11,pkk,1,planetarium jakarta,1,polda jateng,1,Poligami,1,Polisi,3,Politik,27,polri,1,pondok modern gontor,1,pondok modern tazakka,1,Pondok Pesantren,6,pondok pesantren al fatah temboro,1,Pondok Pesantren Sidogiri,1,Pop Culture,1,portofolio,1,posko nu peduli,1,posko tanggap darurat,1,Prabowo Subianto,4,Prank,1,Prasidatama,1,Presiden,2,presiden ghana,1,presiden xi jinping,1,prie gs,1,pro demokrasi (prodem),1,produk domestik bruto (PDB),1,Prof. Dr. Aliyah Alganis Rasyid Baswedan,1,program padat karya tunai,2,psikologi,1,pt food station tjipinang jaya,1,PT Jiwasraya,4,pt pembangunan jaya ancol,1,puan nusantara,3,puasa,7,puasa ramadan,2,Puisi,27,puji hartoyo,1,pulang kampung,1,pulau jawa,1,punakawan,1,purbalingga,1,puskesmas,1,putri nur wijayanti,20,Quotes,1,quraish shihab,1,ra kartini,1,Radikal Islam,1,Raja Keraton Agung Sejagat,1,rak buku,1,ramadan,9,rapid test,1,rasio defesit apbn,1,rasio utang,2,Redaksi,2,refly harun,1,reformasi,3,Reklamasi,2,relawan gugus tugas covid-19,3,Resep Masakan,1,Resesi,9,resesi ekonomi,1,restoran,1,Reuni 212,4,revitalisasi kawasan monas,1,revitalisasi tim,1,revolusi,1,revolusi sosial,1,rindu biru,1,risma,1,riza patria,3,rob,1,Rocky Gerung,4,rofandi hartanto,4,Rokok,1,roni hidayat,1,rptra krendang,1,Ruang Baca Jakarta,1,Ruang Ketiga Jakarta,1,Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA),1,ruangguru,2,rumah buku,1,rumah sakit darurat corona virus,1,ruu haluan ideologi pancasila (hip),1,saat suharto,1,saat suharto amjad,1,sajak sekolah,1,salman dianda anwar,4,Sam Po Kong,1,samin surasentika,1,Sampah,4,santiga seafood,1,Santri,3,sarah keihl,1,Sastra,26,sate kuah pontianak,1,satpol pp,2,satu dekade gus dur,1,Sayembara Desain,1,sekolah,2,Sekolah Aman Asap,1,sekolah menengah kejuruan (smk),1,sekolah online,1,selempang wisuda,1,semarang hebat sodri,1,sembako,4,seni,3,seniman,3,Sepak Bola,1,Septic Tank,1,Sertifikat Tanah,1,shalat idul fitri,2,sigit dwi saputro,2,silaturahim virtual,1,silaturahmi digital,1,simpul indonesia,1,Singapore Institute of Planners (SIP) Awards 2019,1,Singkong,1,siti khadijah,3,skripsi,1,smait insan cendekia madani,1,smp bakti mulya 400,1,social distancing,1,Soeharto,1,solidaritas,1,Sosok,3,Sri Bintang Pamungkas,1,sri mulyani,8,stay at home,2,sudirman said,1,Sumpah Pemuda,1,Sunan Kalijaga,2,surat izin keluar masuk (sikm),2,surat utang,2,suryadi nomi,4,Susilo Bambang Yudhoyono,1,susu,1,syahrul efendi dasopang,1,syakir daulay,1,syekh abdul qadir al jilani,1,syiah,1,Tafsir,3,tahu gejrot,1,Tahun Baru Islam,1,taipan,1,Taman Impian Jaya Ancol,5,tamsil linrung,2,tan malaka,1,tanaman,1,tandon beras,1,tarekat cinta,1,Tari,2,Tasawuf,2,tatak ujiyati,39,teater,2,teater anak,1,teha edy djohar,1,Teknologi,3,telekomunikasi,1,tenaga medis,2,tendensi kesenian,1,Tentara Nasional Indonesia (TNI),1,terminal rawamangun,1,teten masduki,1,The Wall Steet Journal,1,tim,1,tim gubernur untuk percepatan pembangunan (tgupp),1,tim transisi,1,tiongkok,1,tips,1,tito karnavian,1,tki,1,togel,3,togel semarang,2,Tony Rosyid,33,Toto Santoso,1,toxic parent,1,trans jakarta,1,transaksi berjalan,2,transformasi fpi,1,transportasi,2,tsunami,1,Tumenggung Purbonagoro,1,Tumenggung Purbonegoro,1,tunjangan hari raya (thr),1,Turun Tangan,7,tvri,1,ubedilah badrun,4,uin walisongo semarang,1,ujian nasional (un),3,ular,1,ular sanca,1,umar bin khattab,1,umkm,1,Umroh,1,universitas al azhar mesir,1,Universitas Gajah Mada (UGM),2,Universitas Islam Indonesia (UII),1,universitas jenderal soedirman (unsoed) purwokerto,1,Universitas Suryakancana,1,universitas trunojoyo madura,3,update covid-19,25,urban farming,2,urbanisasi,1,usaha,1,usaha mikro kecil (umk),1,usaha mikro kecil menengah (umkm),7,Ustadz Abdul Somad,1,utang indonesia,1,Utang Luar Negeri Indonesia,3,uu karantina kesehatan,1,ventilator pasien covid-19,1,video,33,virus corona,50,Wakaf,1,Wakaf Produktif,1,wakil gubernud dki jakarta,1,walikota jakarta,1,walikota semarang,1,walkot farm,1,waluyo suryadi,1,Warak Semarang,1,Warak University,4,wardjito soeharso,1,warung kopi,1,wasiat allah,1,Wayang,4,wedang ronde,1,whatshapp,1,wildan syukri niam,10,Wiranto,5,Wisata,8,Wisata Semarang,1,wisma atlet,2,wisuda online,1,work form home,2,ws rendra,2,Yaman,1,yanto,3,yanto phd,6,Youtube,5,yudian wahyudi,2,yusdi usman,3,zakat,2,zakat fitrah,2,zakat uang,1,zeng wei jian,1,Zodiak,1,Zuhud,2,Zulkifli Hasan,1,
ltr
item
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id: BUMN Itu Dipegang Muhammadiyah: Apa yang Terjadi?
BUMN Itu Dipegang Muhammadiyah: Apa yang Terjadi?
Hampir semua BUMN merugi. Setidaknya ada 23 BUMN yang kerugiannya cukup ngeri.
https://1.bp.blogspot.com/-Cl4G7ZMZs-U/Xtc2LqADPDI/AAAAAAAACjs/QErDpTc2GoI7uBuHEppxzLcToL8oWVMjACK4BGAsYHg/w400-h214/rumah%2Bsakit%2Bmuhammadiyah.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-Cl4G7ZMZs-U/Xtc2LqADPDI/AAAAAAAACjs/QErDpTc2GoI7uBuHEppxzLcToL8oWVMjACK4BGAsYHg/s72-w400-c-h214/rumah%2Bsakit%2Bmuhammadiyah.jpg
Media Jaringan Nasional - Jarnas.id
https://www.jarnas.id/2020/06/bumn-itu-dipegang-muhammadiyah.html
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/
https://www.jarnas.id/2020/06/bumn-itu-dipegang-muhammadiyah.html
true
5480613612464417000
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy